Bitcoin masih bergerak dalam kisaran sempit di tengah perhatian pasar yang mulai tersedot ke peluncuran perdana SpaceX milik Elon Musk. Di saat yang sama, pasar juga menunggu apakah penawaran saham senilai $75 miliar itu akan memicu rotasi dana dari aset berisiko, termasuk kripto.
Data pasar menunjukkan ruang spekulasi di sekitar SpaceX sudah terbentuk sebelum sahamnya resmi diperdagangkan. Di Hyperliquid, kontrak perpetual pra-IPO untuk SpaceX dengan kode SPCX telah mencatat open interest lebih dari $240 juta dan volume 24 jam $220 juta, menjadikannya aset terbesar kedelapan di platform itu berdasarkan volume.
Tekanan likuiditas menjadi perhatian utama
Adam Morgan McCarthy, lead researcher di firma likuiditas aset digital LO:TECH, menilai arus modal beberapa pekan terakhir sudah memperlihatkan perpindahan dari risiko ke aset yang dianggap lebih aman. Menurut dia, alokasi ke SpaceX ikut menyedot likuiditas yang sebelumnya berputar di pasar kripto dan aset spekulatif lain.
McCarthy menyebut pembukaan perdagangan akan menjadi momen penting untuk melihat apakah tekanan jual sudah sepenuhnya diperhitungkan. Ia juga menilai IPO ini kecil kemungkinan menjadi katalis yang membalik arah Bitcoin, terutama karena volume pasar kripto sendiri sedang melemah.
Ia menambahkan, tekanan terbesar tidak datang semata dari ETF kripto. Dalam pandangannya, sebagian besar pemegang saham akan memperoleh eksposur SpaceX melalui alokasi indeks pasar luas dalam beberapa hari setelah saham itu diperkirakan masuk Nasdaq 100.
Illia Otychenko, lead analyst di CEX.IO, menilai permintaan terhadap IPO itu sangat besar dengan laporan oversubscription sekitar 5 kali. Ia melihat modal yang masuk ke SpaceX berpotensi berasal dari dana yang sebelumnya mengalir ke kripto atau pasar spekulatif lain.
Efek kekayaan baru mungkin muncul jika saham melonjak
Meski tekanan awal cenderung negatif bagi kripto, skenario berbalik masih terbuka jika harga saham SpaceX melonjak tajam setelah listing. Struktur penawaran yang lebih ramah ritel ikut menjadi sorotan karena partisipasi disebut dibuka mulai dari $2.000 dan hingga 30% saham dialokasikan untuk pembeli ritel.
Otychenko mengatakan efek positif baru akan terasa bila saham naik kuat pada hari pertama, idealnya di atas 25% hingga 30%. Menurut dia, kenaikan seperti itu bisa mendorong sebagian keuntungan awal kembali ke kripto, terutama dari trader ritel yang memandang saham teknologi bertumbuh dan aset digital sebagai bagian dari satu kelompok risiko.
Ia juga menekankan bahwa saham tersebut harus mampu mempertahankan valuasinya setelah euforia awal mereda. Yang lebih penting, menurut dia, adalah apa yang terjadi beberapa minggu setelah listing ketika investor masih menganggap transaksi itu berhasil dan arus keluar dari ETF Bitcoin mulai stabil.
Bitcoin tetap dipengaruhi faktor makro yang lebih luas
Kedua analis sepakat bahwa SpaceX tidak akan sendirian menentukan arah pasar kripto. Otychenko menilai Bitcoin masih jauh lebih sensitif terhadap kondisi makroekonomi dan perkembangan geopolitik daripada terhadap satu IPO besar.
Ia juga mengatakan gelombang minat pada AI sudah lebih dulu mengalihkan perhatian dan modal dari kripto. Dalam kerangka itu, SpaceX hanya memperpanjang pergeseran yang sudah terjadi, bukan memulainya dari nol.
McCarthy melihat persoalan ini lebih struktural, karena pasar makin bergerak ke arah penawaran eksposur 24/7 terhadap saham dan aset dunia nyata. Persaingan untuk merebut modal menjadi semakin ketat ketika pilihan investasi terus meluas.
Di tengah rotasi dana itu, harga Bitcoin masih tertahan. Data CoinGecko menunjukkan aset terbesar di pasar kripto tersebut naik hampir 1% dalam 24 jam terakhir dan bergerak di rentang $61.000 hingga $64.000.
Sentimen pasar prediksi juga belum membaik. Di Myriad, milik induk perusahaan Decrypt, pengguna masih cenderung bearish dan memberi peluang 71% bahwa langkah berikutnya Bitcoin akan mengarah ke $55.000.







