Perempuan Dewasa Paling Rentan, 49.288 Kasus Obesitas Tercatat Di Gresik

Author: Redaksi Android62

Obesitas di Gresik sudah mencapai 49.288 kasus hingga April 2026. Dari jumlah itu, perempuan berusia di atas 18 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terdampak, sehingga perhatian kini tertuju pada upaya pencegahan yang lebih terarah.

Dinas Kesehatan Gresik menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan menjadi sekadar urusan berat badan. Obesitas dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak dikendalikan sejak awal.

Perempuan dewasa paling banyak terdampak

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, Puspitasari Wardani, menyebut kasus obesitas lebih banyak ditemukan pada perempuan. Menurut dia, kondisi itu membuat langkah pencegahan perlu lebih menyasar kelompok tersebut secara spesifik.

“Sampai April 2026, ada sebanyak 49.288 warga obesitas, lebih banyak pada perempuan. Untuk itu, penting bagi kita semua untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Lonjakan kasus ini juga menunjukkan bahwa obesitas masih berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari yang terus berlangsung di masyarakat. Dinkes Gresik menyoroti pola hidup pasif dan konsumsi makanan tinggi kalori sebagai dua faktor yang paling sering ditemui.

Risiko kesehatan yang ikut mengintai

Obesitas tidak berhenti pada penumpukan berat badan. Puspitasari menjelaskan kondisi ini dapat memicu diabetes, asam lambung, gangguan pernapasan, dan radang sendi.

Dampak lain yang ikut mengancam adalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyumbatan arteri. Jika berlanjut, kondisi tersebut dapat berujung pada penyakit jantung.

Selain risiko fisik, obesitas juga dapat memberi beban psikologis. Diskriminasi dan perundungan terkait bentuk tubuh dapat membuat sebagian penderita lebih rentan mengalami depresi.

Dinkes Gresik juga menyoroti risiko tambahan pada perempuan hamil yang mengalami obesitas. Mereka lebih rentan memiliki kadar gula tinggi dan tekanan darah tinggi, sehingga peluang komplikasi saat kehamilan dan persalinan ikut meningkat.

Faktor pemicu yang perlu dikendalikan

Selain makanan tinggi kalori dan kurang aktivitas fisik, Dinkes Gresik menyebut faktor keturunan dan penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa meningkatkan risiko obesitas. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara konsisten sebelum kondisi berkembang lebih jauh.

Kombinasi faktor tersebut membuat perubahan kebiasaan harian menjadi hal yang penting. Masyarakat diminta lebih sadar bahwa risiko obesitas dapat muncul dari pola hidup yang terus berulang dalam waktu lama.

Dorongan untuk hidup lebih sehat

Puspitasari mengimbau warga menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Menurut dia, menjaga berat badan ideal berkaitan langsung dengan kesehatan jangka panjang, bukan hanya soal penampilan.

Besarnya jumlah kasus di Gresik menunjukkan obesitas sudah menjadi persoalan kesehatan yang perlu ditangani lebih serius. Dengan dominasi kasus pada perempuan dewasa, pencegahan dini menjadi langkah yang paling penting untuk terus diperkuat.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru