Permintaan Galaxy S26 Melonjak ke 3 Juta Unit, S26 Ultra Menjadi Penopang Terbesar Samsung

Galaxy S26 Ultra muncul sebagai pendorong utama lonjakan permintaan di keluarga Samsung Galaxy S26. Berdasarkan rincian yang beredar, model ini mendapat alokasi produksi 1,5 juta unit, jumlah yang membuat posisinya paling dominan di antara tiga varian yang disiapkan Samsung.

Porsi besar untuk S26 Ultra itu ikut menjelaskan mengapa Samsung menambah target produksi total seri Galaxy S26 menjadi 3 juta unit pada April. Angka tersebut naik 600.000 unit dari rencana awal 2,4 juta unit, setelah pesanan pada Maret disebut melampaui perkiraan.

Laporan yang dikutip dari Notebookcheck menyebut kontribusi Galaxy S26 Ultra berada di kisaran 60% hingga 80% dari total permintaan seri itu. Jika angka tersebut benar, maka proporsi Ultra menjadi yang tertinggi dalam sejarah lini Galaxy S.

Salah satu alasan minat yang tinggi disebut datang dari fitur Privacy Display. Fitur ini membatasi sudut pandang layar di level perangkat keras, sehingga isi layar hanya tampak jelas dari arah depan.

Di kelas premium, fungsi seperti itu memberi nilai tambah yang cepat terasa dalam penggunaan harian. Saat banyak ponsel flagship bersaing di kamera dan performa, Samsung justru tampak mendapat respons positif dari fitur privasi yang berbeda dari kompetitor.

Model dasar juga ikut naik

Meski sorotan terbesar mengarah ke Ultra, Galaxy S26 reguler juga menunjukkan kenaikan permintaan yang kuat. Samsung menaikkan target produksinya menjadi 1,3 juta unit, atau naik 500.000 unit dari perkiraan sebelumnya.

Kenaikan itu memperlihatkan bahwa minat pasar tidak hanya menumpuk pada varian termahal. Sebagian pembeli tampaknya masih mencari pengalaman flagship yang lengkap, tetapi dengan ukuran layar yang lebih praktis dan harga yang dinilai lebih masuk akal.

Analis menilai kombinasi performa tinggi dan banderol yang lebih rendah dari Ultra menjadi daya tarik utama model dasar ini. Pola tersebut menunjukkan bahwa ruang untuk perangkat premium non-tertinggi masih sangat besar di pasar.

Varian Plus justru melemah

Berbeda dari dua model lain, Galaxy S26+ justru mengalami pemangkasan produksi. Samsung menurunkan targetnya sebesar 100.000 unit sehingga tersisa 200.000 unit untuk April.

Angka itu menegaskan bahwa model “plus” masih kesulitan menemukan posisi kuat di keluarga Galaxy S. Minat terhadap varian ini disebut lebih lemah dibanding Galaxy S26 reguler maupun Galaxy S26 Ultra.

Dengan posisi yang berada di tengah, S26+ tampak sulit membangun identitas yang menonjol. Akibatnya, konsumen lebih cenderung memilih model dasar yang lebih sederhana atau Ultra yang memiliki fitur paling mencolok.

Dampak ke lini lain Samsung

Perubahan fokus produksi flagship ternyata ikut merambat ke seri lain. Target produksi Galaxy A57 untuk April dipangkas dari 1,8 juta unit menjadi 1,6 juta unit.

Galaxy A17 juga terkena penyesuaian lebih besar, dari 4,4 juta unit menjadi 3,9 juta unit. Dalam laporan yang sama, kenaikan biaya memori disebut ikut menyulitkan Samsung menjaga harga perangkat kelas bawah.

Kondisi ini memperlihatkan adanya pergeseran prioritas di rantai pasok. Saat permintaan flagship menguat dan biaya komponen ikut menekan, kapasitas produksi cenderung diarahkan ke model yang lebih cepat diserap pasar.

Notebookcheck juga mencatat Samsung dilaporkan memangkas proyeksi produksi untuk Mei, meski angkanya belum dikonfirmasi. Di saat yang sama, perusahaan disebut menurunkan harga Galaxy S26 dan S26+ masing-masing sebesar $100, sementara Galaxy S26 Ultra dipotong $200.

Source: www.notebookcheck.net

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer