Persebaya Diminta Tak Jemawa Hadapi PSBS Biak, Bernardo Tavares Waspadai Tim Tanpa Beban

Author: Redaksi Android62

Bernardo Tavares memilih tidak terjebak pada selisih posisi di klasemen saat Persebaya Surabaya bersiap menghadapi PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo. Pelatih asal Portugal itu justru menilai lawan yang berada di dasar klasemen bisa menjadi ancaman serius bila dipandang terlalu ringan.

Kewaspadaan itu muncul karena PSBS Biak datang tanpa beban besar. Bagi Tavares, situasi seperti itu sering membuat sebuah tim bermain lebih lepas dan sulit ditebak, terutama saat menghadapi tim yang sedang berada dalam tekanan untuk menang.

Persebaya memang datang dengan status lebih baik di atas kertas. Tim Bajol Ijo berada di peringkat kelima dengan 48 poin dari 30 pertandingan, sedangkan PSBS Biak masih tercecer di posisi juru kunci setelah mencatat empat kemenangan, enam hasil imbang, dan 20 kekalahan dari 30 laga.

Namun, Tavares menolak menganggap pertandingan ini akan berjalan mudah. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati agar Persebaya tidak kehilangan fokus hanya karena lawan tengah terpuruk di klasemen.

“Karena itu, Persebaya wajib menghormati PSBS Biak,” ujar Bernardo Tavares dilansir dari laman resmi klub. Ia menilai tekanan justru bisa membuat tim lawan tampil lebih bebas dan berbahaya dari perkiraan.

Fokus utama ada pada permainan sendiri

Di tengah perhatian pada kekuatan lawan, Tavares menempatkan disiplin Persebaya sebagai hal yang paling penting. Ia meminta para pemain mengikuti rencana yang sudah disiapkan dan menjalankan instruksi dengan baik sepanjang pertandingan.

Menurut dia, pendekatan yang benar bukan mencari kemenangan besar sejak awal, melainkan menjaga kualitas mental dan teknis di lapangan. Ia juga mengingatkan bahwa anggapan akan menang mudah bisa merusak konsentrasi saat laga berjalan.

“Fokus utama adalah diri sendiri. Jalankan rencana permainan, ikuti instruksi, dan berikan yang terbaik, baik secara mental maupun teknis di lapangan,” kata Bernardo Tavares.

Pelatih yang pernah menangani PSM Makassar itu juga menyoroti daya juang PSBS Biak yang tetap harus dihormati. Meski baru meraih empat kemenangan sepanjang musim, ia menilai lawan tetap mampu memberi perlawanan jika Persebaya lengah.

“Kami tidak boleh berpikir akan menang dengan mudah atau skor besar. Itu pendekatan yang keliru. Kami harus menganggap mereka sebagai tim yang kuat dan tetap disiplin sepanjang pertandingan, baik saat menguasai bola maupun saat bertahan,” ucapnya.

Dukungan GBT ikut diharapkan

Selain soal fokus permainan, atmosfer Gelora Bung Tomo juga masuk dalam perhatian Tavares. Ia berharap Bonek dan Bonita hadir langsung untuk memberi dorongan bagi tim tuan rumah.

Menurut dia, kehadiran suporter bisa memberi energi tambahan yang terasa langsung di lapangan. Karena itu, laga kandang ini dipandang sebagai kesempatan Persebaya mendapat bantuan ekstra dari tribun saat menghadapi tim yang bermain tanpa tekanan besar.

Tavares menilai para pemain layak merasakan dukungan tersebut. Ia percaya suasana di stadion dapat membantu Persebaya menjaga semangat sekaligus mempertahankan intensitas permainan.

Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Persebaya untuk tetap konsisten di papan atas. Di sisi lain, status PSBS Biak sebagai juru kunci justru membuat laga ini berpotensi lebih rumit jika tuan rumah tidak disiplin sejak menit awal hingga akhir.

Berita Terbaru