Kondisi Eliano Reijnders memberi angin segar bagi Persib Bandung jelang laga penting melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-30 Super League. Gelandang asal Belanda itu disebut tidak mengalami cedera serius setelah mendapat benturan pada pertandingan sebelumnya kontra Arema FC.
Tim medis Persib masih terus memantau proses pemulihannya, tetapi penanganan yang dilakukan tergolong ringan. Bojan Hodak menilai peluang Eliano untuk segera kembali ke latihan bersama skuad utama cukup besar.
Hodak menyebut pemeriksaan awal memperlihatkan tidak ada masalah berarti pada tubuh pemainnya. Eliano hanya membutuhkan perawatan ringan dan fisioterapi sebelum mengikuti program latihan normal lagi.
“Eliano hanya terkena benturan sedikit dan sedang menjalani pemulihan bersama fisioterapi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada yang serius. Saya yakin dalam satu atau dua hari dia sudah kembali bergabung,” ujar Bojan Hodak, dikutip dari situs resmi klub.
Kabar baik di tengah jadwal padat
Situasi ini penting bagi Persib karena tim sedang berada dalam fase yang menuntut konsistensi tinggi. Kehadiran Eliano bisa menambah opsi di lini tengah jika kebugarannya kembali sepenuhnya.
Persib sendiri masih menjaga fokus penuh untuk menghadapi Bhayangkara FC. Tim pelatih memastikan seluruh persiapan berjalan normal meski sempat ada perhatian terhadap kondisi salah satu pemainnya.
Hodak menilai aspek fisik dan organisasi permainan Persib masih berada di jalur yang baik. Menurutnya, tantangan terbesar justru ada pada urusan penyelesaian akhir.
“Semuanya baik. Fisik kami bagus, cara berlari dan taktik juga oke. Hal tersulit dalam sepak bola memang mencetak gol. Jika kami mencetak gol, semua orang akan bilang itu pertandingan yang luar biasa,” kata Hodak.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa masalah utama Persib bukan pada struktur permainan. Tim dinilai tetap mampu menjaga rencana bermain, tetapi efektivitas menyerang masih perlu dibenahi agar peluang tidak terbuang.
Pekerjaan rumah usai duel kontra Arema FC
Sebelum bersiap ke laga berikutnya, Persib lebih dulu menelan hasil yang kurang memuaskan saat menghadapi Arema FC. Pertandingan itu berakhir 0-0, meski Persib tampil dominan sepanjang laga.
Persib bahkan melepaskan 29 tembakan, namun tidak satu pun menghasilkan gol. Dari jumlah itu, 12 tembakan mengarah tepat sasaran, tetapi gawang lawan tetap tak jebol.
Marc Klok mengakui hasil tersebut mengecewakan dan berdampak pada mental tim. Ia menilai para pemain sudah mencoba berbagai cara untuk memecah kebuntuan, tetapi hasil akhir belum berpihak.
“Sejujurnya, saya sangat merasa kecewa saat ini. Kami sudah mencoba segalanya, mengusahakan semua,” ucap kapten Persib itu.
Kekecewaan tersebut menjadi pengingat bahwa dominasi permainan belum cukup jika peluang tidak diselesaikan dengan baik. Karena itu, Persib dituntut lebih tajam saat memasuki fase-fase penentuan di kompetisi.
Persaingan papan atas semakin ketat
Di klasemen, Persib masih memegang target besar untuk mempertahankan posisi puncak. Namun, persaingan dengan Borneo FC Samarinda masih sangat ketat karena kedua tim sama-sama mengoleksi 66 poin.
Klok meminta tim segera bangkit dari hasil imbang melawan Arema FC dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Ia menekankan pentingnya evaluasi agar Persib kembali tampil dengan semangat baru.
“Kami harus melakukan evaluasi, harus menerima hasil dan besok kami mulai lagi dengan semangat baru, spirit baru,” ujarnya.
Setelah menghadapi Bhayangkara FC di Lampung, Persib masih punya dua laga kandang melawan PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara. Rangkaian pertandingan itu membuat setiap detail sangat berarti, terlebih persaingan di papan atas belum menunjukkan tanda-tanda akan longgar.
Dalam situasi seperti ini, kabar membaiknya Eliano Reijnders jelas menjadi tanda positif bagi Persib. Klub kini menunggu kepastian apakah sang gelandang bisa segera kembali bergabung dan membantu tim melewati laga-laga krusial yang sudah menanti.
