Dexlite dan Pertamina Dex Paling Dalam Turun, Harga BBM Nonsubsidi Ikut Terkoreksi

Author: Redaksi Android62

Pertamina Patra Niaga menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia mulai Rabu, 1 Juli 2026. Penyesuaian paling terasa ada pada produk diesel, dengan Pertamina Dex dan Dexlite menjadi dua jenis yang mencatat potongan terdalam.

Di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB sebesar 5 persen, Pertamina Dex kini dibanderol Rp 21.150 per liter dari sebelumnya Rp 24.800 per liter. Sementara itu, Dexlite turun menjadi Rp 19.700 per liter dari Rp 23.000 per liter.

Perubahan harga paling besar ada di produk diesel

Selain dua produk itu, Pertamax Turbo juga ikut turun menjadi Rp 19.300 per liter dari sebelumnya Rp 20.750 per liter. Koreksi harga untuk produk beroktan 98 tersebut setara dengan penurunan sekitar 7 persen atau Rp 1.450 per liter.

Avtur domestik sebelum pajak di Bandara Soekarno Hatta juga terkoreksi. Harga bahan bakar pesawat itu turun menjadi Rp 19.190 per liter dari Rp 22.190 per liter pada Juni.

Penyesuaian ini menunjukkan bahwa harga energi komersial tetap mengikuti kondisi pasar. Pertamina menyebut kebijakan harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah.

Beberapa produk tetap tidak berubah

Tidak semua produk mengalami penurunan. Pertamax RON 92 tetap berada di Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 masih dijual Rp 17.000 per liter sejak penyesuaian terakhir pada 10 Juni lalu.

Harga BBM bersubsidi juga tidak berubah. Pertalite tetap dibanderol Rp 10.000 per liter dan Solar Subsidi atau Biosolar masih Rp 6.800 per liter.

Dasar penetapan harga dan dampak bagi konsumen

Pertamina menjelaskan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi mengacu pada pergerakan harga minyak mentah dunia, kondisi perekonomian nasional, daya beli masyarakat, dan aspek fiskal yang sedang berjalan. Mekanisme itu menjadi bagian dari evaluasi komprehensif yang rutin dilakukan perusahaan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti dinamika harga pasar minyak dunia dan regulasi yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut sudah dikoordinasikan dengan pemerintah.

Di sisi lain, perusahaan menekankan bahwa kualitas produk tetap dijaga meski harga sejumlah BBM diturunkan. Bagi konsumen, perubahan per 1 Juli 2026 ini menjadi penanda bahwa harga BBM nonsubsidi masih sangat dipengaruhi kondisi pasar global, sementara sebagian produk lain tetap dipertahankan tanpa perubahan.

Berita Terbaru