Aksi seorang petani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang bergelantungan di bawah drone pertanian saat pulang dari kebun pisang memunculkan pertanyaan serius soal keamanan dan legalitas. Rekaman video yang beredar memperlihatkan pria paruh baya itu tersenyum dan melambaikan tangan saat melintasi area persawahan.
Peristiwa tersebut disebut menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer. Cara pulang yang tidak biasa itu langsung menarik perhatian publik karena drone yang dipakai merupakan drone pertanian berukuran besar, bukan sarana transportasi manusia.
Aksi yang memancing perdebatan
Video itu diunggah akun TikTok @mbahkaruhon dan cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet menilai momen tersebut kreatif karena memperlihatkan pemanfaatan teknologi di area pertanian.
Namun, tidak sedikit pula yang menyoroti risiko keselamatan dari cara tersebut. Penggunaan drone untuk mengangkut manusia juga memunculkan pertanyaan apakah praktik itu memiliki dasar legal yang jelas.
Drone pertanian bukan untuk mobilitas manusia
Di lapangan, drone pertanian umumnya digunakan untuk membantu pekerjaan di lahan, bukan untuk membawa orang. Karena itu, aksi petani Jombang tersebut terasa janggal sekaligus mengundang rasa penasaran dari banyak penonton.
Latar persawahan membuat video itu semakin mencolok dan mudah menyebar. Momen singkat tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan karena menampilkan kontras antara fungsi alat dan cara pakainya di luar kebiasaan.
Respons publik yang terbelah
Reaksi publik terhadap video itu terbelah antara kekaguman dan kekhawatiran. Sebagian melihatnya sebagai bentuk adaptasi terhadap teknologi, sementara yang lain menilai keselamatan tetap harus menjadi perhatian utama.
Hingga video tersebut ramai dibahas, inti persoalan yang paling banyak disorot tetap sama, yakni apakah sebuah drone pertanian layak dipakai untuk mengangkut manusia. Aksi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer itu pun meninggalkan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar keunikannya.
Source: www.facebook.com






