Pick up bekas masih menjadi pilihan yang dicari pelaku usaha karena harga belinya jauh lebih ringan dibanding unit baru. Dengan dana sekitar Rp30 jutaan, masih ada beberapa model yang dinilai masuk akal untuk kebutuhan bisnis harian.
Namun, pembeli tetap harus berhitung soal usia pakai dan kondisi fisik unit. Jika salah pilih, biaya perbaikan bisa ikut membebani modal awal yang seharusnya ditekan sejak pembelian.
Opsi paling murah yang masih tersedia
Di kelompok harga paling rendah, Mitsubishi Pick Up tahun 1988 ditawarkan mulai Rp33 jutaan. Kelebihannya ada pada konstruksi mekanikal yang sederhana sehingga perawatannya bisa dilakukan di banyak bengkel.
Toyota Kijang Pick Up tahun 1997 juga masuk daftar murah dengan harga mulai Rp35 jutaan. Model ini dikenal punya suku cadang melimpah, mesin bandel, dan konsumsi BBM yang relatif bersahabat.
Suzuki Carry Pick Up tahun 2002 dibanderol mulai Rp38 jutaan. Ukurannya yang ringkas membantu manuver di jalan sempit, sementara komponen penggantinya mudah ditemukan.
Yang lebih segar untuk operasional harian
Jika dana sedikit lebih longgar, Suzuki Carry Pick Up tahun 2007 bisa dipertimbangkan dengan harga mulai Rp45,5 jutaan. Kondisi fisik dan performanya umumnya lebih siap dipakai untuk kerja harian.
Toyota Kijang Kapsul Pick Up tahun 2002 ditawarkan mulai Rp50 jutaan. Selain kabinnya lebih nyaman dibanding pendahulunya, nilai depresiasi harga jual kembalinya juga cenderung stabil.
Opsi dengan ruang angkut lebih besar
Untuk usaha yang butuh daya angkut lebih besar, Daihatsu Gran Max Pick Up tahun 2011 ditawarkan mulai Rp53 jutaan. Model ini unggul pada kapasitas bak yang lapang dan posisi berkendara yang ergonomis.
Isuzu Panther Pick Up Diesel tahun 2008 dibanderol mulai Rp55 jutaan. Mobil ini dikenal irit, bertorsi besar, dan cocok untuk rute antarkota.
Suzuki Carry Pick Up tahun 2016 berada di kisaran mulai Rp65 jutaan. Tahun yang lebih muda membuat risiko perbaikan berat bisa lebih kecil.
Ada juga Suzuki Carry Futura 1.5 dan Daihatsu Gran Max 1.5 tahun 2015 di kisaran Rp70 juta sampai Rp72 jutaan. Keduanya cocok bagi yang butuh mesin 1.500 cc yang responsif untuk muatan berat harian.
Hal penting yang tidak boleh dilewatkan
Inspeksi profesional menjadi langkah penting, terutama bagi pembeli yang tidak terlalu paham otomotif. Jasa inspektor mobil bekas pihak ketiga bisa membantu memeriksa mesin, kaki-kaki, hingga struktur sasis.
Bagian sasis dan bak perlu jadi perhatian utama karena mobil pick up bekerja keras mengangkut beban. Pastikan tidak ada keropos parah atau bekas las penambal struktur.
Test drive juga tidak boleh dilewatkan untuk mengamati performa mesin. Perhatikan asap knalpot agar tidak ngebul putih dan dengarkan ritme mesin saat stasioner maupun saat berakselerasi.
Legalitas dokumen juga harus selaras antara nomor rangka, nomor mesin fisik, BPKB, dan STNK. Langkah ini penting untuk mencegah kendala hukum di kemudian hari.
Ringkasan pilihan yang paling relevan
| Model | Tahun | Harga Mulai | Catatan Utama |
|---|---|---|---|
| Mitsubishi Pick Up | 1988 | Rp33 jutaan | Mekanis sederhana, mudah dirawat |
| Toyota Kijang Pick Up | 1997 | Rp35 jutaan | Suku cadang melimpah, mesin bandel |
| Suzuki Carry Pick Up | 2002 | Rp38 jutaan | Ringkas dan mudah bermanuver |
| Suzuki Carry Pick Up | 2007 | Rp45,5 jutaan | Lebih siap pakai untuk operasional |
| Daihatsu Gran Max Pick Up | 2011 | Rp53 jutaan | Bak lapang dan ergonomis |
| Isuzu Panther Pick Up Diesel | 2008 | Rp55 jutaan | Irit dan bertorsi besar |
Dengan rentang harga Rp30 jutaan, pick up bekas masih menawarkan opsi efisiensi modal yang menarik untuk UMKM. Suzuki Carry, Toyota Kijang, dan Mitsubishi lawas tetap menonjol karena daya tahannya sudah teruji oleh waktu.
