KBRI Warsawa terus mendorong diplomasi ekonomi Indonesia di Polandia dengan memanfaatkan forum bisnis sebagai pintu masuk kerja sama yang lebih konkret. Melalui kegiatan di Krakow dan Łódź, peluang dagang, investasi, wisata, hingga tenaga kerja Indonesia diperkenalkan langsung kepada pelaku usaha dan pemangku kebijakan setempat.
Langkah ini tidak berhenti pada promosi potensi, tetapi diarahkan untuk membuka ruang transaksi dan kemitraan yang bisa segera ditindaklanjuti. Polandia pun diposisikan sebagai mitra strategis sekaligus jalur penting agar produk nasional menjangkau pasar Eropa Tengah dan Timur.
Forum bisnis jadi ruang pertemuan awal
Di Krakow, KBRI Warsawa menggelar Indonesia–Poland Business Forum: Partnering with Indonesia: Investment, Trade & Workforce Forum bersama Małopolska Agency for Regional Development. Acara itu dihadiri pejabat tinggi Provinsi Małopolska dan para pelaku usaha lokal yang tertarik melihat peluang kerja sama dengan Indonesia.
Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Warsawa Fatimah Alatas, Atase Perdagangan KBRI Berlin Febi Adrian, dan Direktur IIPC London Siti Tiefryani Fahlyah menjadi narasumber utama. Mereka memaparkan keunggulan komparatif Indonesia sekaligus membuka ruang diskusi mengenai sektor-sektor yang bisa digarap bersama oleh pelaku usaha Polandia.
Polandia dilihat sebagai pintu pasar kawasan
Dalam forum tersebut, Polandia disebut memiliki posisi yang menguntungkan untuk mendorong penetrasi produk Indonesia ke Eropa Tengah dan Timur. Selain letaknya yang strategis, daya beli masyarakat yang kuat juga menjadi faktor yang dianggap mendukung ekspansi produk nasional ke pasar setempat.
Febi Adrian menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi Polandia sebesar 3,9% pada 2026. Ia juga menilai peluang tersebut semakin relevan ketika Indonesia dan Uni Eropa mendorong penyelesaian Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA.
IEU-CEPA dan efeknya bagi akses dagang
Perjanjian IEU-CEPA diproyeksikan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Salah satu dampak utamanya adalah penghapusan lebih dari 90% pos tarif menjadi 0%, sehingga jalur perdagangan Indonesia ke pasar Eropa berpotensi menjadi lebih terbuka.
Optimisme itu menjadi bagian penting dari materi promosi yang dibawa KBRI Warsawa ke hadapan mitra Polandia. Dengan kerangka itu, kerja sama dagang tidak hanya dibahas sebagai peluang jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari strategi akses pasar yang lebih luas.
Tenaga kerja dan investasi ikut masuk agenda
Selain perdagangan, isu tenaga kerja juga mendapat tempat dalam forum bisnis tersebut. Indonesia menawarkan tenaga kerja muda produktif yang dipandang bisa menjawab kebutuhan Polandia di tengah tantangan demografi yang dihadapi negara itu.
Dari sisi investasi, Siti Tiefryani Fahlyah menjelaskan bahwa Indonesia masih menjadi tujuan utama Foreign Direct Investment global. Ia menyebut reformasi perizinan berbasis risiko, hilirisasi industri, dan pengembangan energi bersih sebagai faktor yang memperluas ruang bagi investor asing.
Peluang investasi yang dipromosikan mencakup manufaktur, teknologi, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN. Dalam forum itu, Indonesia juga ditampilkan sebagai negara dengan basis pertumbuhan yang kuat di kawasan Indo-Pasifik.
Minat buyer mulai terlihat
Rangkaian pertemuan di Krakow dan Łódź juga dipakai untuk menjaring buyer potensial menuju Trade Expo Indonesia 2026. Pameran dagang yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 itu disiapkan sebagai ruang utama mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli dari luar negeri.
Antusiasme peserta terlihat dari munculnya inquiry konkret terhadap produk premium, termasuk mutiara Indonesia. Respons tersebut menunjukkan bahwa minat pasar tidak lagi sebatas ketertarikan awal, melainkan mulai mengarah ke pembahasan transaksi.
Data ekonomi dipakai untuk memperkuat argumentasi
KBRI Warsawa juga membawa data ekonomi terbaru untuk memperkuat pesan yang disampaikan kepada mitra Polandia. Pemerintah Indonesia mencatat realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun atau USD 120,7 miliar, dengan pertumbuhan investasi 12,7% secara tahunan.
Di sisi lain, investasi Polandia disebut mencatat CAGR 91,2% dalam lima tahun terakhir. Gabungan data tersebut memperlihatkan adanya ruang kerja sama yang besar, terutama ketika kedua negara sama-sama mencari pasar baru dan mitra usaha yang saling menguntungkan.
Dengan dukungan jejaring pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga investasi, forum bisnis semacam ini diarahkan untuk berlanjut ke tindak lanjut yang terukur. Pendekatan itu menempatkan diplomasi ekonomi Indonesia di Polandia sebagai langkah aktif untuk memperluas akses pasar, menarik investasi, dan memperkuat hubungan dagang di kawasan Eropa Tengah.
Source: mediaindonesia.com






