Ponpes Thohir Yasin di Lombok Timur membukukan omzet sekitar Rp3 miliar setiap tahun dari berbagai unit usaha. Pemasukan itu telah menopang sekitar 70 persen kebutuhan operasional pondok, termasuk biaya pendidikan santri dari keluarga kurang mampu.
Hasil usaha tersebut memungkinkan pondok menanggung pendidikan sekitar seratusan anak yatim piatu, fakir miskin, dan keluarga dengan kondisi ekonomi lemah. Unit ekonomi pesantren juga membuka pekerjaan bagi sekitar 150 warga di lingkungan sekitar.
Usaha Menjadi Penyangga Pendidikan
Pengelolaan kegiatan ekonomi dilakukan melalui BUMPes Harmoni atau Badan Usaha Milik Pesantren. Badan usaha ini menggabungkan sektor pertanian, peternakan, pengolahan hasil, jasa, perdagangan, serta layanan digital.
Pimpinan pesantren TGH Ismail Thohir menyebut perkembangan unit usaha dalam beberapa tahun terakhir memberikan hasil positif. Selain mendukung pembiayaan pendidikan santri, pendapatan usaha juga digunakan untuk menggaji guru dan membiayai pembangunan.
| Bidang Usaha | Kegiatan Utama | Manfaat |
|---|---|---|
| Pertanian | Padi, penggilingan beras, pemanfaatan sekam | Mendukung konsumsi pondok dan pengolahan hasil |
| Peternakan | Budidaya ayam dan pemotongan hewan | Memenuhi pasokan pasar serta melibatkan mitra warga |
| Jasa dan perdagangan | Laundry, barbershop, AMDK, perdagangan | Menciptakan kesempatan kerja |
| Digital | Aplikasi SIDIK | Mengelola pembayaran dan transaksi santri |
Rantai Pertanian yang Terhubung
Salah satu sumber penguatan ekonomi pondok berasal dari pola pertanian terpadu atau integrated farming. Sistem ini menghubungkan produksi padi, penggilingan beras, konsumsi pesantren, hingga pemanfaatan sisa produksi.
Direktur Badan Usaha Pondok Pesantren Syahrullah menjelaskan hasil panen tidak berhenti pada tahap penjualan bahan mentah. Padi yang masuk ke rice milling dipakai untuk kebutuhan konsumsi pondok, sementara sisa pengolahannya dimanfaatkan kembali untuk kegiatan pertanian.
Pengembangan kapasitas usaha tersebut mendapat dukungan Bank Indonesia. Fasilitas yang dibangun meliputi green house, Rumah Potong Unggas, serta mesin penggilingan gabah.
Kemitraan Ayam Melibatkan Warga
Peternakan ayam menjadi salah satu penopang pendapatan BUMPes Harmoni. Sekitar 20 persen penyerapan usaha berasal dari permintaan Program Makan Bergizi Gratis, dengan pesanan yang pada waktu tertentu mencapai 1 ton ayam per hari.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, pesantren menggandeng warga yang memiliki kandang sebagai mitra ternak. Mitra memperoleh bibit dan pakan, kemudian ayam yang sudah besar diambil kembali oleh pengelola usaha.
Keterlibatan masyarakat tidak terbatas pada peternakan. Warga juga terhubung dengan kegiatan pertanian, perkebunan, laundry, barbershop, produksi air minum dalam kemasan, dan perdagangan.
Transaksi Santri dalam Sistem Digital
BUMPes Harmoni juga mengembangkan Sistem Informasi Digital Kolektif atau SIDIK yang diterapkan sejak 2023. Aplikasi ini digunakan untuk pembayaran dan tagihan santri di lingkungan pesantren.
SIDIK berfungsi sebagai dompet digital yang dapat diisi dan dipantau wali santri. Orang tua dapat mengatur batas transaksi anak, sementara aplikasi tersebut kini telah digunakan oleh tiga pesantren.
Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin berdiri sejak 1990 di Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, di kawasan kaki Gunung Rinjani. Sejak awal, pondok ini menargetkan pembiayaan guru dan pembangunan dapat ditopang melalui usaha yang dikelola sendiri.
Bank Indonesia dan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren turut memberikan pembinaan pengelolaan usaha dan keuangan. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Andhi Wahyu Riyadno menekankan perlunya pemisahan manajemen keuangan usaha dengan manajemen santri agar pengelolaannya tertib.
Source: www.medcom.id






