Portugal Mendominasi, Tapi Kongo Justru Bertahan Lebih Efektif

Portugal menguasai pertandingan dengan 68 persen penguasaan bola, tetapi tetap tidak mampu menumbangkan Republik Demokratik Kongo. Di NRG Stadium, Houston, dominasi besar itu justru berakhir tanpa kemenangan karena tim asuhan Roberto Martinez gagal mengubah kendali permainan menjadi ancaman yang cukup berarti.

Efektivitas Portugal menjadi sorotan utama sepanjang laga. Mereka memang mencatat 804 umpan dengan 740 umpan tepat sasaran, namun hanya mampu melepaskan tujuh tembakan dan satu di antaranya tepat ke gawang.

Kongo lebih efisien saat peluang datang

Republik Demokratik Kongo tampil lebih hemat peluang, tetapi justru lebih konkret dalam serangan. Mereka melepaskan delapan tembakan dan dua di antaranya mengarah tepat sasaran, sehingga ancaman mereka terasa lebih nyata dibanding lawan yang jauh lebih lama memegang bola.

Hasil itu juga menunjukkan ketatnya organisasi permainan Kongo setelah mampu keluar dari tekanan awal Portugal. Tim ini tidak larut dalam penguasaan bola lawan dan berhasil menjaga disiplin hingga akhir laga.

Gol cepat Portugal tak cukup mengubah arah pertandingan

Portugal sebenarnya memulai laga dengan sangat baik lewat gol Joao Neves pada menit keenam. Keunggulan dini itu sempat memberi kesan bahwa pertandingan akan berjalan sesuai rencana Portugal.

Namun, situasi berubah ketika Yoane Wissa menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama. Gol itu memberi Kongo momentum penting untuk memasuki babak kedua dengan pendekatan bertahan total sambil menunggu peluang serangan balik cepat.

Joao Cancelo menyoroti kurangnya intensitas

Bek Portugal, Joao Cancelo, mengakui timnya terlalu banyak memegang bola tanpa cukup banyak menciptakan peluang bersih. Ia menilai masalah terbesar Portugal ada pada intensitas di sepertiga akhir permainan.

“Kami banyak menguasai bola, tapi tidak menciptakan banyak peluang bersih. Kami kekurangan intensitas di sepertiga akhir,” kata Cancelo di situs FIFA. Ia juga menyinggung terlalu banyak ruang transisi yang diberikan Portugal kepada lawan selama pertandingan berlangsung.

Cancelo menegaskan Portugal perlu segera memperbaiki detail yang masih bermasalah. Menurut dia, tim harus belajar dari laga ini dan fokus memenangi pertandingan berikutnya.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir. Saat penyelesaian akhir tumpul dan intensitas menurun, lawan dengan disiplin rapat seperti Republik Demokratik Kongo tetap bisa memaksa laga berakhir tanpa keunggulan bagi tim yang lebih dominan.

Berita Terkait