Pemerintah menempatkan tambang ilegal, penyelundupan, serta permainan dagang di luar aturan sebagai sasaran penertiban besar-besaran. Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah tersebut mencakup berbagai sektor ekonomi yang berjalan tanpa mematuhi ketentuan.
Penertiban tidak dibatasi pada aktivitas pertambangan semata. Kegiatan ilegal di bidang perkebunan, perikanan, ekspor, dan impor juga masuk dalam perhatian pemerintah.
Lintas Sektor Menjadi Sasaran
Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah sedang menata kegiatan yang berada di luar ketentuan. Pesan itu menandai cakupan penertiban yang menyentuh pemanfaatan sumber daya alam sekaligus arus perdagangan.
| Bidang | Aktivitas yang Disorot |
|---|---|
| Perdagangan | Penyelundupan dan permainan dagang ilegal |
| Pertambangan | Kegiatan tambang ilegal |
| Perkebunan | Kegiatan perkebunan ilegal |
| Perikanan | Kegiatan perikanan ilegal |
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa penertiban diarahkan pada seluruh bentuk pelanggaran ekonomi yang telah disebutkan. “Kita sedang mengadakan penertiban besar-besaran terhadap semua kegiatan-kegiatan yang ilegal,” tegasnya.
Ia kemudian menyebut sejumlah praktik yang menjadi fokus pemerintah. “Penyelundupan, kegiatan tambang ilegal, kegiatan perkebunan ilegal, kegiatan perikanan ilegal, permainan-permainan dagang yang ilegal,” kata Prabowo.
Menurut finance.detik.com, penegasan itu disampaikan Prabowo ketika menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan. Kegiatan tersebut berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/6/2026).
Sumber Daya untuk Kepentingan Rakyat
Agenda bersih-bersih ekonomi ilegal dikaitkan dengan upaya menjaga sumber daya alam Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh rakyat. Pemerintah memandang pengelolaan sumber daya perlu berjalan sesuai aturan dan mendukung kepentingan masyarakat.
Prabowo mengakui pekerjaan penertiban itu tidak ringan. Namun, ia menilai besarnya tantangan tidak boleh menghalangi pemerintah dalam mengejar tujuan yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan kita besar. Tapi insyaallah, dengan tekad, dengan hati, dengan kehendak, kita akan mencapai yang kita inginkan,” ujar Prabowo. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya dorongan politik dan kesungguhan dalam menjalankan agenda penataan.
Beriringan dengan Target Kemandirian
Penertiban aktivitas ekonomi ilegal berjalan bersamaan dengan target kemandirian pada sektor pangan, energi, dan air. Ketiga sektor itu disebut pemerintah sebagai bagian dari kebutuhan dasar yang perlu diperkuat.
Prabowo menyatakan target swasembada pangan telah tercapai. Pemerintah juga disebut sedang bergerak menuju swasembada energi.
Selain itu, upaya menuju swasembada air sedang dirintis. Arah kebijakan tersebut ditujukan agar masyarakat memiliki akses pada air bersih dan air untuk tanaman.
“Saya terima kasih, target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang, swasembada energi kita sedang menuju,” kata Prabowo. Penertiban kegiatan ilegal diposisikan sebagai salah satu langkah yang sejalan dengan pemanfaatan sumber daya bagi kesejahteraan rakyat.
Source: finance.detik.com






