Prabowo dan Rosan Bahas Arah Baru Aset Negara, BUMN Masuk Fase Percepatan

Author: Redaksi Android62

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6). Pertemuan itu menempatkan pengelolaan aset negara sebagai agenda utama, dengan target agar hasilnya lebih cepat dirasakan masyarakat.

Fokus pembahasan tidak berhenti pada urusan korporasi negara. Pemerintah juga mendorong Danantara masuk ke sektor ekonomi baru yang dinilai punya ruang pertumbuhan besar, sekaligus bisa membuka lebih banyak lapangan kerja dan menarik investasi asing.

Langkah Besar di Tubuh BUMN

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa rapat tersebut membahas percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor ekonomi baru. Ia juga menekankan pentingnya efisiensi, tata kelola yang lebih kuat, dan pengurangan beban biaya yang selama ini ditanggung negara.

Salah satu poin penting adalah konsolidasi ribuan entitas BUMN. Dari sekitar 1.077 entitas yang ada, 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan, sementara sekitar 300 entitas lain sedang disiapkan untuk memasuki tahap berikutnya.

Langkah itu diarahkan untuk membentuk struktur perusahaan pelat merah yang lebih ramping dan efisien. Pemerintah berharap restrukturisasi tersebut membuat kinerja korporasi negara lebih kuat tanpa terlalu membebani anggaran.

Danantara Didorong Menangkap Sektor Baru

Di sisi lain, Danantara diproyeksikan menjadi motor penggerak pada sektor pariwisata, konser musik, dan olahraga. Pemerintah melihat ketiga sektor itu sebagai ruang ekonomi baru yang dapat memberi nilai tambah lebih luas bagi pengelolaan aset negara.

Teddy menjelaskan bahwa sektor-sektor tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Aktivitas di dalamnya juga dinilai mampu mengundang modal asing dan menciptakan lebih banyak peluang kerja.

Dengan arah itu, Danantara tidak hanya diposisikan sebagai pengelola aset, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem ekonomi yang lebih dinamis. Pemerintah menilai pendekatan tersebut penting agar aset negara tidak sekadar tercatat, melainkan menghasilkan dampak nyata di lapangan.

Efisiensi Jadi Ukuran Utama

Pertemuan Prabowo dan Rosan Roeslani memperlihatkan arah baru pemerintah dalam mengelola aset negara. Efisiensi menjadi ukuran utama, bersama upaya memperkuat tata kelola agar manfaat ekonomi bisa mengalir lebih cepat ke sektor produktif.

Dalam kerangka itu, Danantara diharapkan berperan sebagai penghubung antara aset negara dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah ingin hasil pengelolaan yang lebih optimal benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat, bukan hanya mempertegas neraca di atas kertas.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru