Ekspor ke Afghanistan, Langkah Bio Farma Group yang Menguatkan Industri Kesehatan RI

Author: Redaksi Android62

Pengiriman lima kontainer produk farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk ke Afghanistan menjadi penanda bahwa produk kesehatan Indonesia masih mampu menembus pasar internasional. Ekspor yang dilakukan melalui fasilitas produksi di Cibitung, Jawa Barat, itu juga memperlihatkan bahwa proses transformasi di tubuh Bio Farma Group mulai memberi hasil nyata.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menilai keberhasilan tersebut penting untuk memperkuat posisi industri kesehatan nasional di tingkat global. Ia menyebut capaian ekspor itu sebagai indikator positif dari transformasi yang dijalankan secara konsisten di lingkungan Bio Farma Group.

Penguatan daya saing di tengah pasar global

Bio Farma memandang ekspor ini bukan sekadar pengiriman barang, melainkan bagian dari upaya memperkuat daya saing industri kesehatan Indonesia. Perusahaan menempatkan langkah tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pemerintah dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

Dalam kerangka yang lebih luas, ekspor ke Afghanistan juga diharapkan menambah kontribusi Indonesia dalam ekosistem kesehatan global. Langkah ini menunjukkan bahwa produk farmasi nasional masih punya ruang untuk berkembang di tengah persaingan internasional yang ketat.

Indofarma dorong perluasan pasar luar negeri

Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, mengatakan ekspor itu menjadi dorongan bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Ia menegaskan bahwa Indofarma akan terus meningkatkan kualitas produk dan memperkuat daya saing agar tetap mampu bertahan di pasar luar negeri.

Sahat juga menyebut Indofarma memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di pasar ekspor. Pengalaman panjang itu, menurut dia, menjadi modal penting untuk menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, pemegang saham, dan bangsa Indonesia.

Ia menyatakan keyakinan bahwa produk farmasi nasional mampu bersaing dan mendapat kepercayaan di pasar global. Optimisme itu sejalan dengan peluang yang masih terbuka bagi industri farmasi Indonesia untuk memperluas pasar di luar negeri.

Nilai strategis di luar sisi komersial

Komisaris Indofarma, Didi Agus Mintadi, menilai keberlanjutan ekspor di tengah proses transformasi dan restrukturisasi perusahaan merupakan indikator yang positif. Menurut dia, aktivitas ekspor bukan hanya penting dari sisi bisnis, tetapi juga bagi penguatan fundamental perusahaan.

Didi menambahkan bahwa ekspor memiliki nilai strategis yang melampaui aspek komersial semata. Selain berpotensi menambah devisa negara, kegiatan ini juga membantu memperkuat posisi produk farmasi Indonesia di pasar internasional dan mendukung proses restrukturisasi Indofarma.

Realisasi pengiriman ke Afghanistan turut mencerminkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk farmasi Indonesia. Dalam konteks yang lebih luas, capaian tersebut memperlihatkan peran industri kesehatan nasional dalam membantu memenuhi kebutuhan kesehatan global.

Sinergi Bio Farma Group menjadi fondasi

Sebagai bagian dari Bio Farma Group, Indofarma memperoleh dukungan melalui penguatan sinergi, kolaborasi, dan pengembangan kapabilitas bisnis. Dukungan ini dinilai penting agar perusahaan dapat memperluas akses pasar sekaligus mempercepat transformasi usaha.

Bio Farma Group menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi antarantitas dan meningkatkan kapabilitas operasional. Fokus tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan dan memperluas kontribusi industri kesehatan nasional.

Dengan capaian ekspor ini, Bio Farma Group menegaskan bahwa produk farmasi Indonesia masih memiliki peluang besar di pasar global. Penguatan transformasi, sinergi, dan kualitas produk menjadi dasar bagi langkah berikutnya dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di industri kesehatan dunia.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru