BRI Insurance menyiapkan produk asuransi mikro dengan premi yang sangat ringan untuk menjangkau pelaku usaha kecil. Skemanya dimulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per tahun, dengan manfaat perlindungan sebesar Rp2 juta sampai Rp15 juta.
Pilihan produk itu ditujukan bagi pelaku usaha mikro dan ultramikro yang kerap membutuhkan perlindungan sederhana namun tetap terjangkau. Di tengah modal usaha yang terbatas, akses pada proteksi yang mudah dipahami dinilai penting agar risiko tidak langsung mengganggu keuangan keluarga.
Produk yang disediakan meliputi Asuransi Mikro Kerusakan Tempat Usaha, Rumahku, dan Proteksiku. Akses pembeliannya juga dibuat praktis melalui Agen BRILink yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, selain lewat aplikasi BRINSmobile.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BRI Insurance untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan asuransi. Perusahaan ingin masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, melihat asuransi sebagai bagian dari pengelolaan risiko yang lebih terencana.
Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan bahwa perusahaan terus menjalankan berbagai inisiatif dengan melibatkan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang sederhana agar proteksi dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Menurut Budi, edukasi tentang pentingnya proteksi merupakan cara inovatif agar pelaku usaha bisa menjalankan kegiatan positif dengan risiko yang lebih terkendali. Pendekatan ini juga dimaksudkan supaya asuransi tidak terasa rumit bagi pelaku usaha kecil yang baru mengenal perlindungan finansial.
Fokus edukasi tersebut menyasar pelaku usaha mikro dan ultramikro yang tetap menghadapi risiko operasional meski skala bisnisnya kecil. Dalam kondisi seperti itu, asuransi diposisikan sebagai alat yang membantu usaha bertahan saat muncul gangguan tak terduga.
BRI Insurance juga menilai penting mengenalkan proteksi sejak dini kepada masyarakat. Tujuannya agar perlindungan finansial tidak dianggap sebagai beban tambahan, melainkan bagian dari usaha menjaga kesehatan keuangan.
Program literasi dan inklusi keuangan ini dijalankan bersama PT Permodalan Nasional Madani atau PNM. Sinergi tersebut diarahkan agar jangkauan edukasi lebih dekat dengan masyarakat, terutama nasabah di Makassar.
Wakil Pemimpin Cabang PNM Makassar, Sugiarto, menyambut baik kolaborasi itu karena dinilai memberi manfaat langsung bagi nasabah, terutama para ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan membawa manfaat berkelanjutan bagi kehidupan dan usaha mereka.
Sugiarto juga menilai pemahaman terhadap layanan keuangan yang tepat dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam memilih perlindungan asuransi. Menurut dia, hal ini penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan industri asuransi.
Dari sisi pelaku usaha, perlindungan finansial dinilai relevan bagi perempuan yang menjalankan usaha karena risiko yang mengganggu bisnis dapat langsung memengaruhi ekonomi rumah tangga. Pimpinan Cabang BRI Insurance Makassar, Asniar Asnawi, menyebut asuransi membantu menjaga stabilitas perencanaan keuangan dan memberi rasa aman saat beraktivitas maupun mengelola usaha.
Asniar menambahkan, kegiatan edukasi juga diarahkan agar masyarakat lebih cermat memilih perlindungan finansial sesuai kebutuhan pribadi maupun usaha. Dengan begitu, asuransi dapat dipahami sebagai instrumen yang membantu menjaga keberlanjutan usaha, bukan sekadar produk keuangan yang jauh dari kebutuhan harian.
Source: mediaindonesia.com






