Produksi Baterai EV Dunia Dikuasai China, Penjualan Mobil Listrik Global Menuju 23 Juta Unit Pada 2026

Author: Redaksi Android62

Dominasi China di pasar kendaraan listrik kini tidak lagi terlihat hanya dari angka penjualan. Negara itu juga menguasai rantai pasok baterai, menembus pasar ekspor yang makin luas, dan ikut menentukan arah harga kendaraan listrik global.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) melihat kekuatan tersebut akan terus berlanjut saat penjualan EV dunia diproyeksikan mencapai 23 juta unit pada 2026. Dalam proyeksi terbarunya, pangsa kendaraan listrik juga diperkirakan mendekati 30 persen dari total penjualan mobil baru di dunia.

Permintaan tidak lagi bergantung pada subsidi

IEA menilai dorongan pertumbuhan EV sekarang tidak hanya bertumpu pada subsidi. Permintaan pasar yang menguat, biaya operasional yang lebih efisien, dan kondisi harga bahan bakar yang membuat mobil listrik makin menarik menjadi penopang utamanya.

Gejolak geopolitik di Timur Tengah ikut mempercepat perubahan itu. Lonjakan harga minyak internasional menaikkan biaya konsumsi bensin, sehingga kendaraan listrik terlihat semakin rasional untuk dipilih dalam pemakaian jangka panjang.

Pada 2026, penjualan EV global diperkirakan naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, data 2025 sudah menunjukkan momentum yang kuat karena penjualan kendaraan listrik dunia naik 20 persen secara tahunan dan untuk pertama kalinya melampaui 20 juta unit.

China masih jauh di depan

Di tengah pertumbuhan tersebut, China tetap menjadi pemain paling dominan. Sekitar 60 persen EV yang terjual di dunia pada 2025 berasal dari produsen otomotif China, sedangkan produsen dari Eropa dan Amerika Serikat masing-masing hanya menyumbang sekitar 15 persen.

Kuatnya posisi China juga terlihat dari pasar ekspor. Pada 2025, ekspor EV dari negara itu melonjak lebih dari dua kali lipat dan menembus 2,5 juta unit, yang menjadi rekor tertinggi sejauh ini.

Di luar pasar China, Eropa, dan Amerika Serikat, sekitar 55 persen EV yang terjual di dunia juga merupakan produk impor dari China. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan lima tahun lalu, ketika porsinya masih di bawah 5 persen.

Asia Tenggara menjadi target penting

IEA melihat Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah sebagai kawasan yang akan menjadi sasaran ekspansi produsen otomotif China. Di antara wilayah tersebut, Asia Tenggara menunjukkan perkembangan yang paling cepat.

Penjualan kendaraan listrik di Asia Tenggara meningkat dua kali lipat sepanjang 2025 dan pangsa pasarnya mendekati 20 persen. Indonesia ikut memberi kontribusi kuat dengan penjualan mobil listrik 2025 mencapai 103.931 unit menurut data wholesales Gaikindo, naik 141 persen secara tahunan dan menyumbang lebih dari 12 persen dari total penjualan mobil baru.

Jika tren itu bertahan, penetrasi kendaraan listrik di Asia Tenggara diperkirakan bisa mencapai 60 persen pada 2035. Proyeksi tersebut memperlihatkan kawasan ini berpotensi menjadi pasar penting dalam ekspansi EV global berikutnya.

Rantai pasok baterai ikut terkonsentrasi

Kekuatan China tidak berhenti pada penjualan dan ekspor. Pada 2025, Negeri Tirai Bambu menguasai lebih dari 80 persen kapasitas produksi sel baterai kendaraan listrik global, termasuk dominasi dalam pengolahan bahan baku utama baterai.

Posisi itu memberi China pengaruh besar terhadap biaya dan ketersediaan komponen kunci EV di seluruh dunia. Di saat yang sama, harga baterai yang terus turun dan harga mobil listrik yang makin kompetitif dibanding kendaraan konvensional ikut menjaga laju pertumbuhan pasar.

IEA juga mencatat ekspansi kendaraan listrik yang makin merata secara global. Per Maret 2026, hampir 90 negara membukukan kenaikan penjualan EV dibandingkan tahun sebelumnya, dan sekitar 30 negara mencetak rekor penjualan EV bulanan tertinggi.

Dalam jangka panjang, IEA memperkirakan jumlah kendaraan listrik global akan melonjak dari sekitar 80 juta unit saat ini menjadi 510 juta unit pada 2035. Angka itu menunjukkan ruang pertumbuhan masih sangat besar, tetapi pusat gravitasinya tetap mengarah kuat ke China.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru