PSG Sedikit Lebih Diunggulkan Ketimbang Arsenal, Kane Soroti Status Juara Bertahan

Author: Redaksi Android62

Harry Kane menilai Paris Saint-Germain berada sedikit lebih dekat ke gelar dibanding Arsenal menjelang final Liga Champions di Budapest, Hungaria, pada 30 Mei 2026. Menurut penyerang Bayern Muenchen itu, status juara bertahan dan konsistensi yang ditunjukkan PSG membuat klub asal Prancis tersebut pantas mendapat keunggulan tipis.

Pandangan itu muncul setelah Bayern tersingkir dari kompetisi, sehingga Kane merasakan langsung betapa tipisnya jarak menuju partai puncak. Di semifinal, Bayern kalah agregat 6-5 dari PSG, meski Kane sempat mencetak gol pada masa injury time di leg kedua yang berakhir 1-1 di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.

PSG membawa modal yang sulit diabaikan

Bagi Kane, PSG tidak sekadar lolos ke final dengan momentum besar. Mereka datang sebagai juara bertahan dan berada di jalur untuk mempertahankan gelar Liga Champions.

Jika berhasil menundukkan Arsenal, PSG akan mencatat sejarah sebagai tim kedua pada era modern setelah Real Madrid yang mampu menjuarai kompetisi ini secara beruntun. Nilai historis itu, menurut Kane, memberi bobot tambahan yang nyata dalam duel perebutan trofi.

Kane tidak melihat kondisi itu sebagai jaminan mutlak. Namun, ia menilai pengalaman dan rasa percaya diri PSG membuat mereka berada satu langkah di atas lawan sebelum laga dimulai.

Arsenal tetap punya peluang besar

Meski PSG dianggap sedikit lebih unggul, Kane sama sekali tidak menyebut final ini sebagai pertandingan yang berat sebelah. Ia menilai Arsenal juga punya kualitas untuk menantang juara bertahan dan membuat laga tetap terbuka.

Menurut Kane, kedua tim sama-sama layak tampil di partai puncak. Ia melihat final ini akan mempertemukan dua tim dengan gaya bermain berbeda, tetapi sama-sama memiliki kekuatan yang jelas untuk memperebutkan trofi terbesar antarklub Eropa.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa keunggulan PSG hanya tipis. Arsenal tetap berada dalam posisi untuk menorehkan sejarah besar jika mampu memanfaatkan peluang mereka di laga final.

Kekecewaan Bayern masih terasa

Di sisi lain, Kane masih membawa rasa kecewa besar setelah Bayern gagal melangkah ke final. Ia bahkan mengaku belum tahu apakah akan menonton laga puncak itu karena masih terbawa frustrasi usai tersingkir.

“Saya tidak tahu, tergantung saya berada di mana. Saat ini saya hanya kecewa. Ini sangat sulit diterima sekarang,” kata Kane.

Ia juga menilai Bayern sebenarnya punya cukup momen di dua leg untuk meraih hasil yang berbeda. Namun, peluang itu tidak berhasil dimaksimalkan, sementara detail kecil kembali menjadi penentu di Liga Champions.

Kane turut menyoroti keputusan wasit yang menurutnya tidak menguntungkan Bayern. Selain itu, ia menilai penyelesaian akhir timnya belum cukup tajam untuk mengubah situasi di semifinal.

Final dengan jarak tipis

Dengan modal sebagai juara bertahan, PSG memasuki final sebagai favorit tipis. Namun, status itu tidak menghapus fakta bahwa Arsenal masih punya peluang besar untuk merusak rencana mereka.

Kane melihat laga di Budapest akan tetap berlangsung ketat. PSG memang membawa pengalaman dan kepercayaan diri yang kuat, tetapi Arsenal datang dengan ambisi besar untuk mengejar sejarah yang selama ini masih mereka cari.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru