PSM Tertekan Di Papan Bawah, Bali United Datang Tanpa Dua Bek Andalan Di Gianyar

Pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, mempertemukan dua tim yang sama-sama tidak datang dengan kekuatan penuh. Bali United dan PSM Makassar sama-sama memikul tekanan, tetapi dengan alasan yang berbeda.

Bali United ingin mempertahankan stabilitas permainan di kandang, sedangkan PSM Makassar membutuhkan poin untuk menjaga jarak dari zona berbahaya di klasemen sementara. Situasi itu membuat duel pembuka pekan ke-30 BRI Super League ini terasa penting bagi kedua kubu sejak menit awal.

Bali United menjadi salah satu pihak yang paling terdampak karena harus kehilangan dua bek andalan, Joao Ferarri dan Rizky Febrianto. Keduanya absen akibat akumulasi dua kartu kuning, sehingga Stefano Cugurra perlu mencari komposisi baru untuk menjaga rapatnya lini belakang.

Absennya dua pemain belakang itu jelas menjadi perhatian karena Bali United selama ini cukup mengandalkan kestabilan pertahanan saat tampil di kandang. Laga melawan PSM akan menguji seberapa cepat tim tuan rumah mampu menyesuaikan diri tanpa dua pilar utama tersebut.

Di sisi lain, PSM Makassar juga tidak berada dalam kondisi yang benar-benar terbuka kepada publik. Manajemen klub memilih tidak merinci daftar lengkap pemain yang absen, langkah yang sekaligus menunjukkan bahwa tim ingin menjaga fokus dan tidak memberikan keuntungan informasi kepada lawan.

Sikap itu membuat persiapan PSM menjadi sedikit tertutup menjelang laga penting di Gianyar. ANTARA melaporkan bahwa keputusan tersebut diambil agar Juku Eja tetap punya daya saing dalam pertandingan tandang yang krusial ini.

Jika melihat posisi klasemen, Bali United datang dengan kondisi yang relatif lebih aman. Mereka menempati peringkat ke-8 dengan 42 poin dari 11 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 9 kekalahan.

Modal tersebut memberi ruang yang lebih nyaman bagi Bali United untuk bermain tanpa tekanan berlebihan dari papan bawah. Namun, bermain di rumah saja tidak otomatis membuat situasi mudah karena mereka tetap harus menambal lubang di sektor pertahanan.

PSM Makassar justru membawa beban yang lebih berat dari papan bawah. Hingga pekan ke-30, tim asal Sulawesi Selatan itu berada di peringkat ke-14 dengan 31 poin dari 29 pertandingan.

Catatan itu datang dari 7 kemenangan, 10 hasil seri, dan 12 kekalahan, sehingga setiap poin menjadi sangat berharga. Dalam kondisi seperti ini, hasil imbang pun bisa punya arti besar bagi PSM untuk meredam ancaman di klasemen sementara.

Karena situasi tersebut, laga tandang ini diperkirakan tidak akan dijalani secara pasif oleh tim tamu. PSM diyakini akan berusaha tampil berani dan mencari cara paling efisien untuk mencuri angka dari Bali United.

Perkiraan susunan pemain

Untuk Bali United, Mike Hauptmeijer diperkirakan mengisi posisi penjaga gawang. Di depan dirinya, lini belakang berpotensi ditempati Kadek Arel, Bagas A, Thijmen Goppel, dan Ricky Fajrin, dengan P Receveur, Teppei Yachida, Rahmat Arjuna, Diego Campos, B Kapitovic, serta Kadek Agung mengisi sektor lain.

PSM Makassar kemungkinan menurunkan Hilmansyah sebagai kiper. Lini pertahanan mereka diprediksi diisi Victor Luiz, Dusan Lagator, Aloisio Neto, dan Yuran Fernandez, sedangkan Raehan Ananda, Reski F, Daisuke Sakai, R Eka, Alex Tanque, dan Sheriddin Boboev siap menopang permainan dari lini berikutnya.

Duel ini pada akhirnya mempertemukan dua tim yang sama-sama tidak utuh, tetapi membawa kepentingan yang juga sama kuat. Bali United ingin menjaga ritme di Stadion Kapten I Wayan Dipta, sementara PSM Makassar berupaya keluar dari tekanan klasemen lewat disiplin dan efektivitas permainan.

Berita Terkait