Komisi XI DPR RI menggelar rapat tertutup dengan jajaran direktur utama Himbara untuk membahas pengelolaan Saldo Anggaran Lebih atau SAL pemerintah yang ditempatkan di perbankan. Pertemuan itu berlangsung di Kompleks Parlemen pada Senin, 6 Juli 2026, selama hampir empat jam.
Seusai rapat, para pimpinan bank pelat merah memilih berhati-hati di hadapan media. Direktur Utama BRI Hery Gunardi enggan memberi penjelasan panjang, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo juga tidak berkomentar, sementara Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut pertemuan itu hanya obrolan biasa.
Fokus Bahasan: SAL, Likuiditas, dan Penyaluran Kredit
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyebut rapat dibuat tertutup agar pembahasan bisa lebih fokus pada kebutuhan Himbara dan isu yang muncul dalam penyaluran kredit terkait SAL. Menurut dia, diskusi juga perlu disamakan persepsinya agar tidak menimbulkan tafsir berbeda di tengah industri perbankan dan pembuat kebijakan.
Misbakhun menekankan perlunya koordinasi lanjutan dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Ia juga menyinggung pentingnya sinkronisasi pandangan mengenai kebutuhan industri perbankan, kebijakan likuiditas dari Bank Indonesia, serta data undisbursed loan yang tercatat pada bank sentral maupun pengawas bank.
Posisi Pemerintah atas Dana SAL
Sebelum rapat DPR digelar, Kementerian Keuangan telah memberi penjelasan mengenai besaran SAL yang ditempatkan pada industri perbankan nasional. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan total SAL yang semula Rp281 triliun sempat dikurangi Rp110 triliun pada bulan ini.
Juda menjelaskan dana itu akan dikembalikan lagi Rp110 triliun sehingga nilainya tetap Rp281 triliun. Ia juga menyebut dana tersebut akan dijaga sampai dengan bulan Desember 2026.
Pernyataan itu menjadi latar penting bagi pembahasan di Komisi XI DPR karena SAL bukan sekadar dana parkir. Dana tersebut berkaitan langsung dengan ruang gerak likuiditas dan penyaluran pembiayaan di bank-bank pelat merah.
Siapa Saja yang Hadir
Dalam rapat tersebut, hadir pimpinan tertinggi Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Dari pihak bank, hanya Direktur Utama Bank Mandiri Riduan yang memberi sedikit gambaran bahwa SAL dibahas terutama dari sisi penyaluran dan mengikuti arahan pemerintah.
| Pejabat | Respons Singkat | Catatan |
|---|---|---|
| Hery Gunardi | Enggan memberi penjelasan panjang | Direktur Utama BRI |
| Anggoro Eko Cahyo | Tidak berkomentar | Direktur Utama BSI |
| Nixon LP Napitupulu | Menyebut rapat hanya obrolan biasa | Direktur Utama BTN |
| Riduan | Menjelaskan SAL dibahas dari sisi penyaluran | Direktur Utama Bank Mandiri |
Pembahasan yang berlangsung tertutup itu menunjukkan besarnya perhatian DPR terhadap aliran SAL dan dampaknya ke sistem perbankan. Di saat yang sama, sikap para bankir yang memilih irit bicara membuat rapat tersebut tetap menyisakan banyak tanda tanya di ruang publik.







