Di Stasiun Bekasi Timur, suasana duka masih terasa kuat setelah ratusan buket bunga memenuhi berbagai sudut area stasiun. Dari kaca, meja, hingga lantai, rangkaian bunga itu menjadi tanda belasungkawa warga untuk para korban kecelakaan kereta api yang meninggal dunia.
Sejak stasiun kembali beroperasi pada Kamis, 30 April 2026, arus warga yang datang membawa bunga terus mengalir. Pantauan di lokasi menunjukkan sekitar 150 buket telah tersusun di beberapa titik, sementara petugas stasiun membantu merapikannya agar tetap tertib dan mudah dilihat para pengunjung.
Banyak warga datang tanpa undangan khusus. Mereka memilih datang sendiri untuk meletakkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir, dan suasana di sekitar stasiun pun berubah menjadi ruang duka yang sunyi.
Di antara keramaian itu, tidak sedikit pengunjung yang tampak menahan tangis saat menaruh buket bunga. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa peristiwa ini meninggalkan luka bersama, meski banyak di antara warga itu tidak mengenal para korban secara pribadi.
Pesan untuk para perempuan yang gugur
Sebagian buket disertai catatan duka dan doa bagi para korban. Dalam banyak tulisan, 16 korban meninggal dunia disebut sebagai perempuan tangguh yang kehilangan nyawa saat sedang berjuang mencari nafkah.
Ungkapan itu menjadi sorotan karena menggambarkan sisi paling pilu dari tragedi tersebut. Para korban dipandang bukan hanya sebagai angka dalam peristiwa kecelakaan, melainkan sebagai perempuan yang tengah memikul tanggung jawab hidup ketika nyawa mereka terputus.
Seorang warga yang datang ke stasiun mengaku tidak mengenal para korban secara pribadi. Namun, ia tetap merasa terpukul karena para korban wafat saat mencari nafkah, dan ia berharap kejadian serupa tidak terulang.
Dukungan masih mengalir
Hingga saat ini, 38 korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur masih menjalani perawatan medis. Di saat yang sama, dukungan juga datang dari tokoh publik, termasuk Cak Imin yang disebut telah menyerahkan santunan secara langsung kepada para korban.
Ratusan buket bunga yang terus bertambah di Stasiun Bekasi Timur kini menjadi penanda kuat solidaritas warga Bekasi. Di balik warna-warni bunga itu, tersimpan doa agar keselamatan perjalanan kereta api semakin diperkuat sehingga tragedi serupa tidak kembali memakan korban.
Source: www.medcom.id






