RBC Prudential Menyentuh 466%, Laba Naik Di Tengah Tekanan Ekonomi 2025

PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia menutup 2025 dengan laba bersih Rp2,4 triliun. Capaian itu naik 44% secara tahunan dari Rp1,7 triliun dan menunjukkan bisnis asuransi jiwa masih mampu menjaga pertumbuhan di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

Di saat laba meningkat, perusahaan juga tetap mempertahankan fondasi keuangan yang kuat. Total aset Prudential Indonesia berada di level Rp64,3 triliun, sementara risk based capital atau RBC mencapai 466%, jauh di atas ketentuan minimum yang umum dipakai sebagai penanda kekuatan modal industri asuransi.

Premi masih tumbuh, unitlink tetap menjadi penopang utama

Dari sisi pendapatan, Prudential Indonesia mencatat total premi Rp21,1 triliun sepanjang 2025. Angka itu naik 2% dibanding periode sebelumnya, sementara premi bisnis baru mencapai Rp2,9 triliun atau tumbuh 6% secara tahunan.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, mengatakan kinerja premi masih ditopang produk unitlink atau PAYDI. Porsinya mencapai 72% dari total pendapatan premi, sedangkan 28% sisanya berasal dari produk tradisional.

Adit juga menyebut total aset investasi, termasuk portofolio unitlink, tumbuh 6% menjadi sekitar Rp54,5 triliun. Menurut dia, perkembangan itu mencerminkan kepercayaan nasabah yang masih terjaga terhadap solusi investasi Prudential Indonesia.

Tekanan industri belum hilang

Meski membukukan kinerja yang solid, Prudential Indonesia tetap menghadapi tantangan eksternal yang tidak ringan. President Director Prudential Indonesia Tony Benitez menilai tekanan utama masih datang dari volatilitas pasar dan kondisi makroekonomi global yang memengaruhi nilai investasi.

Tony juga menyoroti inflasi medis yang terus meningkat. Selain itu, daya beli masyarakat disebut masih tertekan, sehingga perusahaan perlu menyesuaikan strategi bisnis tanpa mengurangi fungsi perlindungan bagi nasabah.

Klaim tetap besar, biaya kesehatan masih jadi perhatian

Sepanjang 2025, Prudential Indonesia membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun. Nilai itu lebih rendah dibanding Rp18,2 triliun pada periode sebelumnya, terutama karena klaim non-kesehatan yang menurun.

Adit menjelaskan klaim non-kesehatan turun 19% secara tahunan menjadi Rp9,8 triliun. Sebaliknya, klaim kesehatan justru naik 3% secara tahunan menjadi Rp6,2 triliun, sehingga tekanan biaya layanan kesehatan tetap menjadi sorotan penting bagi perusahaan.

Perlindungan tetap jadi fokus bisnis

Di tengah pasar yang berfluktuasi, Prudential Indonesia menegaskan fokus utamanya tetap pada perlindungan. Perusahaan ingin menghadirkan solusi yang lebih inklusif, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan nasabah.

Kombinasi laba yang naik, premi yang masih bertumbuh, aset yang besar, dan RBC yang tinggi memberi bantalan kuat bagi perusahaan untuk melewati kondisi industri yang penuh tekanan. Hasil 2025 juga memperlihatkan bahwa Prudential Indonesia masih mampu menjaga pertumbuhan bisnis sambil memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Source: finansial.bisnis.com

Berita Terkait