Real Sociedad Juara Copa Del Rey, Ketenangan Adu Penalti Taklukkan Atletico Madrid

Author: Redaksi Android62

Real Sociedad memastikan diri sebagai juara Copa del Rey setelah menundukkan Atletico Madrid melalui adu penalti dengan skor 4-3. Final yang digelar di Stadion de La Cartuja, Sevilla, itu berakhir 2-2 setelah 90 menit dan dua babak tambahan, sebelum ketenangan para eksekutor La Real menjadi pembeda di momen paling menegangkan.

Drama besar sudah muncul sejak awal pertandingan ketika Ander Barrenetxea mencetak gol hanya 14 detik setelah kick-off. Gol kilat tersebut langsung mengubah atmosfer final dan membuat Real Sociedad tampil lebih percaya diri, sementara Atletico Madrid dipaksa segera mengejar ketertinggalan agar tidak kehilangan kendali permainan.

Catatan Barrenetxea juga mencatatkan sejarah tersendiri. Menurut data Opta, gol itu menjadi yang tercepat dalam sejarah partai puncak Copa del Rey, melewati rekor Manuel Badenes yang bertahan sejak 1952 dengan torehan 17 detik.

Keunggulan cepat Real Sociedad tidak membuat laga berjalan mudah. Atletico Madrid merespons dengan tekanan yang lebih agresif dan berupaya menguasai ritme permainan, sehingga final berubah menjadi duel ketat dengan tempo tinggi dan saling serang.

Situasi di lapangan terus berganti dengan tensi yang sulit diturunkan. Real Sociedad sempat memegang momentum lewat gol pembuka, tetapi Atletico perlahan menemukan cara untuk menekan balik dan menjaga pertandingan tetap dalam jalur yang seimbang.

Skor akhirnya kembali imbang dan bertahan hingga waktu normal habis. Setelah itu, dua babak tambahan juga tidak menghasilkan gol penentu, sehingga laga harus dilanjutkan ke adu penalti untuk menentukan siapa yang berhak membawa pulang trofi.

Pada babak tos-tosan, Real Sociedad menunjukkan ketenangan yang lebih baik ketika tekanan mencapai puncaknya. Para penendang mereka mampu menjalankan tugas dengan efektif, sedangkan Atletico gagal menjaga akurasi di saat yang paling menentukan.

Kemenangan 4-3 di adu penalti pun memastikan trofi Copa del Rey jatuh ke tangan Real Sociedad. Hasil itu menegaskan kemampuan mereka tetap stabil dalam laga besar, meski final berlangsung sangat rapat hingga detik terakhir.

Gelar ini juga menjadi trofi Copa del Rey keempat dalam sejarah klub asal San Sebastian tersebut. Sebelumnya, Real Sociedad pernah mengangkat piala ini pada 1909, 1987, dan 2020, sehingga kemenangan atas Atletico Madrid menambah daftar pencapaian penting mereka di kompetisi domestik Spanyol.

Final ini turut menghadirkan sejumlah catatan individu yang menarik. Mikel Oyarzabal kembali mencetak gol di final Copa del Rey untuk kedua kalinya bersama Real Sociedad, dan Opta mencatatnya sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di dua final berbeda untuk klub tersebut.

Dua gol final Oyarzabal itu sama-sama lahir dari eksekusi penalti yang sukses. Kehadirannya sekali lagi terasa penting dalam pertandingan bertekanan tinggi karena ia mampu memberi kontribusi langsung saat tim membutuhkan ketenangan.

Nama Ademola Lookman juga masuk dalam daftar catatan sejarah final ini. Pemain asal Nigeria itu menjadi pesepak bola Nigeria pertama yang mencetak gol di final Copa del Rey sejak Finidi George melakukannya bersama Real Betis saat menghadapi Barcelona pada 1997.

Real Sociedad juga menyamai pencapaian Real Betis sebagai tim yang dua kali menjuarai Copa del Rey lewat adu penalti. Menariknya, dua kemenangan Real Sociedad melalui tos-tosan sama-sama diraih saat berhadapan dengan Atletico Madrid, yakni pada 1987 dan 2026, sehingga pertemuan kedua tim di final kembali meninggalkan jejak sejarah yang khas bagi klub Basque tersebut.

Final di Sevilla akhirnya dikenang sebagai laga penuh ketegangan, dari gol cepat 14 detik hingga penalti penentu yang memastikan trofi berpindah ke tangan Real Sociedad. Dalam pertandingan dengan tekanan setinggi itu, La Real menunjukkan bahwa mereka masih mampu bertahan dan menang melawan lawan dengan tradisi kuat seperti Atletico Madrid.

Berita Terbaru