Tesla sedang menarik hampir 220.000 unit di Amerika Serikat karena kamera mundur pada sejumlah mobil bisa gagal menampilkan gambar saat dibutuhkan. Dalam kondisi tertentu, layar dapat tetap kosong sampai 11 detik setelah mobil dinyalakan lalu langsung dipindahkan ke mode mundur.
Situasi itu membuat manuver sederhana seperti keluar dari garasi, meninggalkan area parkir, atau bergerak di ruang sempit menjadi lebih berisiko. Regulator menilai jeda tersebut cukup lama untuk melanggar aturan keselamatan federal.
Recall ini mencakup Model 3, Model Y, Model S, dan Model X. Semua unit terdampak diproduksi dalam rentang 2017 hingga 2023.
Masalah muncul saat mobil langsung mundur
Dokumen keselamatan menjelaskan bahwa gangguan terjadi ketika kendaraan diaktifkan lalu segera dimasukkan ke gigi mundur. Pada momen itu, feed kamera dapat gagal muncul sehingga tampilan belakang tidak tersedia beberapa detik.
Bagi pengemudi, jeda 11 detik terdengar singkat. Namun pada praktiknya, waktu itu cukup panjang untuk membuat mobil bergerak tanpa bantuan visual dari kamera belakang.
Tanpa gambar dari kamera, pengemudi kehilangan salah satu sumber visibilitas penting saat mengendalikan mobil di area terbatas. Itu sebabnya kasus ini mendapat perhatian besar, meski masalahnya terlihat berasal dari komponen yang sangat sederhana.
Belum ada korban, tetapi sorotan tetap besar
Tesla melaporkan hanya beberapa klaim garansi dan laporan lapangan terkait gangguan ini. Hingga saat ini juga belum ada kecelakaan atau cedera yang dikonfirmasi langsung berkaitan dengan masalah kamera tersebut.
Meski begitu, recall ini tetap menonjol karena menyentuh fitur keselamatan dasar. Kamera mundur bukan fitur mewah, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam parkir dan navigasi lalu lintas sehari-hari.
Perbaikan dilakukan lewat perangkat lunak
Cara penanganannya juga terbilang tidak biasa. Sebagian besar pemilik tidak perlu datang ke pusat servis karena pembaruan perangkat lunak telah dikirim ke kendaraan yang terdampak.
Tesla menyebut lebih dari 99,9 persen mobil sudah menerima pembaruan itu. Dengan begitu, bagi sebagian besar pemilik, masalah ini praktis telah selesai bahkan sebelum mereka menyadari adanya recall.
Saat ambisi besar bertemu masalah dasar
Kasus ini muncul di tengah upaya Tesla mendapatkan homologasi sistem Full Self-Driving di Eropa. Di sisi lain, perusahaan masih harus menangani masalah pada fitur yang jauh lebih mendasar, tetapi sangat penting untuk keselamatan sehari-hari.
Daftar kendaraan yang terdampak juga berisi lini andalan Tesla di pasar utamanya. Model 3 dan Model Y bergabung dengan Model S dan Model X dalam penarikan untuk unit yang diproduksi selama tujuh tahun tersebut.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa celah kecil pada perangkat lunak dapat berdampak besar ketika menyentuh sistem keselamatan inti. Hanya beberapa detik layar gelap sudah cukup membuat hampir 220.000 Tesla masuk daftar recall di Amerika Serikat.
Source: www.carscoops.com