541 Ribu SUV Subaru Ditarik, Kesalahan Stiker Kecil yang Bisa Membebani Gandar

Author: Redaksi Android62

Subaru menarik sekitar 541 ribu SUV di Amerika Serikat akibat informasi keliru pada stiker batas beban gandar belakang. Kampanye ini mencakup kendaraan model lama hingga model tahun produksi 2026.

Masalahnya tidak berkaitan dengan mesin, sistem pengereman, maupun airbag. Namun, angka yang tidak sesuai pada label dapat membuat pemilik salah memperhitungkan kapasitas angkut kendaraan.

Informasi yang tercantum pada stiker tersebut adalah Gross Axle Weight Rating, yaitu batas maksimum beban yang dapat ditopang gandar belakang. Bila kendaraan diberi muatan melampaui kemampuan sebenarnya, tekanan pada komponen kaki-kaki bagian belakang dapat meningkat.

Kondisi itu berpotensi menimbulkan kerusakan komponen dan meningkatkan risiko kecelakaan. Belum ada laporan pemilik yang diketahui membawa beban berlebih akibat kesalahan informasi pada label tersebut.

Perbaikan Tidak Menyentuh Komponen Mekanis

Subaru tidak mengganti bagian mekanis kendaraan dalam penarikan ini. Produsen hanya akan mengganti label lama dengan stiker yang memuat batas beban gandar belakang secara benar.

Pemilik kendaraan terdampak dapat memperoleh penggantian stiker tanpa biaya melalui dealer. Subaru juga disebut akan mengirimkan stiker baru beserta panduan pemasangan kepada pemilik tertentu.

Langkah tersebut membuat perbaikannya tampak sederhana, tetapi informasi pada label tetap penting bagi penggunaan harian SUV. Batas muatan perlu diperhatikan terutama saat mobil membawa banyak penumpang dan barang.

Daftar Model yang Masuk Penarikan

Model Tahun Produksi Masalah
Subaru Ascent 2019-2026 Informasi batas beban gandar belakang pada stiker tidak sesuai
Subaru Crosstrek Hybrid 2026 Informasi batas beban gandar belakang pada stiker tidak sesuai
Subaru Forester 2025-2026 Informasi batas beban gandar belakang pada stiker tidak sesuai
Subaru Forester Hybrid 2025-2026 Informasi batas beban gandar belakang pada stiker tidak sesuai

National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA telah memberi peringatan kepada Subaru mengenai persoalan tersebut. Menurut laporan ridertua.com, penarikan dilakukan sebagai tindakan pencegahan sebelum masalah itu memicu kerusakan atau insiden di jalan.

Masuknya kendaraan produksi 2026 memperlihatkan bahwa kampanye ini juga menjangkau SUV yang baru dipasarkan. Pemilik perlu memeriksa apakah kendaraannya termasuk dalam daftar agar informasi kapasitas muat tidak menyesatkan.

Keterkaitan dengan Pasar Indonesia

Dua model dalam daftar penarikan, yakni Subaru Forester dan Subaru Crosstrek, juga dipasarkan di Indonesia. Forester generasi terbaru telah hadir sejak tahun lalu, sedangkan Crosstrek masih mempertahankan generasi yang beredar saat ini.

Forester dan Crosstrek menjadi bagian penting dari lini SUV Subaru di Indonesia. Sementara itu, Subaru Ascent belum dipasarkan di dalam negeri meski tersedia di Amerika Serikat.

Penarikan ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan kendaraan tidak selalu bermula dari kerusakan komponen besar. Keakuratan informasi pada stiker kendaraan juga menentukan cara pemilik menghitung beban yang dibawa.

Berita Terbaru