Sejumlah ruas jalan di kawasan Cileungsi dan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, akan ditutup sementara pada Rabu (1/7/2026) karena kunjungan Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia ke kawasan Satlat Brimob Cikeas. Pengaturan ini diberlakukan pada jam-jam krusial pagi hari dan kembali diterapkan saat rombongan VVIP meninggalkan lokasi.
Polres Bogor meminta masyarakat yang biasa melintas di koridor Cileungsi, Gunung Putri, hingga akses sekitar Cikeas untuk menyesuaikan waktu perjalanan. Warga juga diminta memanfaatkan jalur alternatif agar tidak terjebak perlambatan arus di titik-titik pengamanan.
Pengamanan dilakukan dalam dua tahap
Kasatlantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas disiapkan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keamanan rangkaian kegiatan kenegaraan. Menurut dia, langkah ini juga ditujukan untuk meminimalkan potensi kemacetan di sekitar jalur lintasan rombongan.
“Kepada seluruh warga agar memperhatikan pengaturan lalu lintas yang akan diberlakukan,” ujar Afif dalam keterangannya pada 29/6/2026. Imbauan itu terutama ditujukan kepada pengguna jalan yang selama ini mengandalkan akses di sekitar Cileungsi, Gunung Putri, Bojong Nangka, Nagrak, dan Tol Jatikarya.
Tahap pertama pengamanan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Pada periode ini, jalur dari arah Tol Jatikarya menuju lokasi kegiatan akan ditutup sementara.
Selain itu, akses menuju jalur yang akan dilintasi rombongan Presiden juga ditutup selama proses pengamanan berlangsung. Kendaraan yang keluar dari kawasan Cibubur Country pada waktu tersebut hanya diperbolehkan berbelok ke kanan.
Setelah rangkaian acara selesai, pengamanan kembali diberlakukan saat rombongan Presiden dan Wakil Presiden diperkirakan melintas mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai. Pada fase ini, petugas akan menutup total ruas jalan yang menjadi lintasan rombongan untuk memastikan perjalanan VVIP berlangsung aman dan lancar.
Rekayasa arus di Simpang Multifungsi Cikeas–Gunung Putri
Di waktu yang sama dengan pengamanan pagi, Satlantas Polres Bogor juga menerapkan rekayasa lalu lintas di Simpang Multifungsi Cikeas–Gunung Putri. Titik ini menjadi salah satu fokus pengaturan karena berkaitan langsung dengan kelancaran arus kendaraan masyarakat di tengah pembatasan akses jalur utama.
Skema pengalihan dibuat agar kendaraan umum dan kendaraan pribadi tetap memiliki pilihan rute selama penutupan berlangsung. Dengan begitu, arus lalu lintas di sekitar kawasan terdampak masih bisa bergerak meski beberapa akses utama ditutup sementara.
Untuk kendaraan dari arah Bojong Nangka yang hendak menuju Nagrak, arus dialihkan melalui Jalan Pilar lalu diteruskan ke Jalan Letda Nasir. Sebaliknya, kendaraan dari arah Nagrak menuju Bojong Nangka diarahkan melewati Jalan Letda Nasir terlebih dahulu sebelum masuk ke Jalan Pilar.
| Rute Asal | Arah Tujuan | Jalur Pengalihan |
|---|---|---|
| Bojong Nangka | Nagrak | Jalan Pilar → Jalan Letda Nasir |
| Nagrak | Bojong Nangka | Jalan Letda Nasir → Jalan Pilar |
Skema tersebut menjadi rute utama yang disiapkan petugas selama pelaksanaan pengamanan. Pengguna jalan yang tidak terbiasa melintas di jalur alternatif itu diminta memperhatikan arahan di lapangan agar tidak salah memilih rute.
Warga diminta menyesuaikan perjalanan
Polisi mengingatkan masyarakat untuk patuh pada pengaturan yang telah disiapkan. Kepatuhan pengguna jalan dinilai penting agar mobilitas tetap berjalan lancar selama kunjungan kenegaraan berlangsung di kawasan Satlat Brimob Cikeas.
Warga yang hendak menuju Cileungsi, Gunung Putri, Cikeas, Bojong Nangka, Nagrak, maupun akses dari Tol Jatikarya disarankan berangkat lebih awal. Penyesuaian waktu perjalanan dinilai lebih aman dibanding memaksakan lintasan yang masuk ke area pengamanan.
Dengan adanya dua tahap penutupan, pola perjalanan di kawasan tersebut berpotensi berubah dalam beberapa jam. Karena itu, jalur alternatif seperti Jalan Pilar dan Jalan Letda Nasir menjadi opsi yang paling memungkinkan untuk menghindari titik penutupan sementara.
Bagi pengendara yang melintas di wilayah terdampak, informasi mengenai jam penutupan dan arah pengalihan menjadi hal yang paling menentukan. Semakin cepat penyesuaian dilakukan, semakin besar peluang perjalanan tetap lancar di tengah pengamanan rombongan Presiden dan Wakil Presiden.
