Rekor Baru Astronaut China Di Orbit, Zhang Lu Kini Catat Tujuh Kali Spacewalk

Author: Redaksi Android62

Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang baru saja menuntaskan perjalanan hampir tujuh bulan di orbit, lalu kembali ke Bumi dengan catatan khusus bagi program antariksa China. Kepulangan mereka lewat kapsul misi Shenzhou 21 di Dongfeng, Inner Mongolia, juga menandai durasi terlama yang pernah dicapai kru China saat bertugas di luar angkasa.

Selama misi berlangsung, ketiganya bekerja di stasiun luar angkasa Tiangong dan menjalankan rangkaian tugas yang menjadi bagian penting dari operasi berawak China. Mereka memproses serta mengirim data eksperimen, sekaligus menyerahkan suplai yang tersisa kepada kru yang bertugas di stasiun itu.

Di tengah tugas rutin tersebut, kru Shenzhou 21 juga sempat berinteraksi dengan kru Shenzhou 23 yang baru tiba di Tiangong pada awal pekan ini. Pertemuan itu memperlihatkan kesinambungan operasi di stasiun luar angkasa China, yang terus menjadi pusat aktivitas berawak di orbit.

Misi ini juga diwarnai sejumlah aktivitas luar wahana. Selama berada di orbit, para astronaut melakukan tiga kali spacewalk, dan juru bicara badan antariksa China, Zhang Jingbo, menyebut Zhang Lu kini telah mencatat total tujuh perjalanan luar wahana sepanjang kariernya.

Dengan capaian itu, Zhang Lu menjadi astronaut China dengan jumlah spacewalk terbanyak. Rekor pribadi tersebut menambah nilai penting dari misi Shenzhou 21 yang sejak awal sudah dipantau sebagai salah satu tonggak program antariksa China.

Saat kembali ke Bumi, Zhang Lu menyampaikan rasa haru dan mengucapkan terima kasih kepada keluarga serta semua pihak yang mendukung misi itu. Zhang Hongzhang juga menggambarkan pengalamannya di luar angkasa sebagai sesuatu yang sangat mendalam setelah menyaksikan Bumi dari orbit.

“Melihat Bumi dari luar angkasa, saya benar-benar merasakan bahwa umat manusia adalah komunitas yang tidak terpisahkan dengan masa depan bersama,” ujarnya.

Kepulangan tiga astronaut ini datang di saat China terus memperkuat ambisi antariksa berawaknya. Pemerintah negara itu masih menargetkan pendaratan di Bulan pada 2030, sementara Tiangong tetap diposisikan sebagai tulang punggung misi jangka panjang di orbit.

Tiangong sendiri berarti “Istana Langit” dan menjadi simbol penting dari arah eksplorasi ruang angkasa China. Stasiun ini terus dikembangkan setelah China tidak lagi terlibat dalam International Space Station atau ISS akibat pertimbangan keamanan nasional Amerika Serikat.

Di sisi lain, salah satu kru dari misi Shenzhou 23 yang baru tiba di Tiangong akan menjalani tugas selama satu tahun. Hal ini menunjukkan bahwa rotasi awak di stasiun luar angkasa China terus berjalan stabil, seiring persaingan antariksa global yang semakin ketat dan target besar masing-masing negara di orbit maupun di Bulan.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru