Rekor Ekspor Menopang Geely, Penjualan Di China Justru Merosot Tajam

Zeekr menjadi sorotan paling terang di bawah payung Geely Auto pada Mei. Merek premium itu membukukan 34.377 kendaraan, naik 81,81% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mencetak rekor bulanan baru.

Kenaikan Zeekr tidak hanya datang dari volume, tetapi juga dari komposisi produknya. Model Zeekr 9 dan 8 series yang berharga lebih tinggi menyumbang hampir 50% dari total penjualan dan mendorong harga transaksi rata-rata per kendaraan naik 52,4% secara tahunan.

Di saat sebagian merek lain masih berjuang, Geely tetap berhasil menjaga total penjualan tetap berada di jalur positif. Pada Mei, perusahaan mencatat 237.637 kendaraan, naik 1,03% secara tahunan dan 1,05% lebih tinggi dibanding April.

Namun, mesin pertumbuhan itu tidak datang dari pasar domestik. Di China, Geely hanya menjual 152.493 unit pada Mei, turun 25,68% dari tahun sebelumnya, sehingga ekspor menjadi penopang utama kinerja keseluruhan.

Ekspor menutup pelemahan di pasar lokal

Pasar luar negeri justru tampil sangat kuat. Geely membukukan 85.144 kendaraan di luar China pada Mei, melonjak 183,65% secara tahunan dan menjadi rekor bulanan baru.

Kontribusi ekspor ini sangat penting karena memperlebar jarak dengan penjualan domestik yang tertekan. Saat permintaan di China melemah, pengiriman ke luar negeri menjadi sumber pertumbuhan paling besar bagi perusahaan.

Kondisi itu juga terlihat dalam data kumulatif. Selama lima bulan pertama tahun ini, penjualan Geely Auto mencapai 1.182.159 unit, naik 0,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Teknologi elektrifikasi bergerak tidak seragam

Di lini kendaraan energi baru, arah penjualan Geely masih terbelah. Penjualan mobil listrik murni atau BEV turun 19,37% secara tahunan menjadi 76.633 unit pada Mei.

Sebaliknya, kendaraan plug-in hybrid atau PHEV justru bergerak naik. Penjualannya mencapai 56.722 unit pada Mei, naik 31,97% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa respons pasar terhadap dua teknologi elektrifikasi tersebut belum sama. Kenaikan PHEV membantu menjaga momentum, tetapi penurunan BEV tetap menahan laju keseluruhan segmen listrik Geely.

Merek lain belum keluar dari tekanan

Selain Zeekr, sejumlah sub-merek Geely masih menghadapi situasi yang lebih berat. Geely Galaxy menjual 81.727 kendaraan pada Mei, turun 19,75% dan mencatat penurunan tahunan selama lima bulan berturut-turut.

Lynk & Co juga belum lepas dari pelemahan. Penjualannya pada Mei berada di 20.732 unit, turun 24,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Merek utama Geely pun masih terkoreksi, meski penurunannya tidak sedalam merek lain. Penjualan merek inti itu tercatat 182.528 kendaraan pada Mei, turun 3,26% secara tahunan.

Dorongan untuk segmen harga terjangkau

Di tengah tekanan pasar domestik, Geely juga mencoba menjaga volume lewat produk baru di kelas entry-level. Perusahaan baru saja meluncurkan versi terbaru Xingyuan, mobil listrik kompak yang menyasar pembeli dengan anggaran lebih terbatas.

Harga awal terbatasnya dipatok 61.800 yuan atau sekitar $9.140, lebih rendah 6% dari harga diskon pendahulunya. Model ini dibekali sel baterai CATL pada semua varian dan sistem smart cockpit yang lebih canggih.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa Geely masih berusaha mempertahankan posisinya di segmen harga terjangkau. Di saat perang harga menekan pasar domestik, ekspansi luar negeri dan pergerakan merek tertentu tetap menjadi tumpuan penting bagi kinerja perusahaan.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait