Rekor pertemuan menjadi salah satu sandaran terbesar Semen Padang saat menjamu Persijap Jepara di lanjutan Super League 2025-2026. Dari lima duel terakhir, Kabau Sirah tidak pernah kalah dan mencatat tiga kemenangan, termasuk keberhasilan 2-1 di Jepara pada putaran pertama.
Modal itu datang di tengah situasi yang jauh dari nyaman. Semen Padang masih terjebak di posisi ke-17 dengan 20 poin dari 27 laga, sehingga laga di Stadion H. Agus Salim menjadi pertandingan yang sangat menentukan bagi upaya mereka keluar dari tekanan papan bawah.
Persijap datang dengan tren yang lebih stabil
Di sisi lain, Persijap Jepara membawa bekal yang lebih tenang. Laskar Kalinyamat menempati posisi ke-15 dan berada di zona aman, meski jarak lima angka dari Semen Padang membuat mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang persaingan papan bawah.
Kondisi tim tamu juga terlihat lebih rapi dari sisi hasil. Persijap tidak terkalahkan dalam enam laga beruntun dan selalu pulang membawa poin, termasuk kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC pada pekan ke-27.
Semen Padang masih mencari titik balik
Bagi Semen Padang, tantangan terbesar bukan hanya soal posisi klasemen, tetapi juga soal momentum. Tim asuhan Imran Nahumarury datang setelah menelan dua kekalahan beruntun, yakni tumbang 0-2 dari Persib Bandung dan kalah 1-2 di markas Persis Solo pada laga sebelumnya.
Catatan kandang mereka juga belum membantu banyak. Kabau Sirah belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir di Stadion H. Agus Salim, sehingga duel melawan Persijap terasa sebagai ujian penting untuk menjaga harapan bertahan di kasta tertinggi.
Pertemuan lama memberi harapan baru
Meski performa terkini belum meyakinkan, Semen Padang tetap punya alasan untuk percaya diri. Dominasi mereka dalam lima pertemuan terakhir melawan Persijap memberi sinyal bahwa lawan ini masih bisa mereka atasi jika tampil lebih efisien.
Sederet hasil itu menunjukkan pola yang cukup menguntungkan bagi Kabau Sirah, dengan catatan 2-1, 3-0, 2-1, 2-2, dan 0-0. Rekor semacam ini bisa memberi dorongan psikologis saat tekanan pertandingan semakin besar.
Susunan pemain bisa jadi pembeda
Pertandingan ini juga berpotensi ditentukan oleh pilihan susunan pemain sejak awal. Semen Padang diperkirakan memakai formasi 4-3-3 dengan Rendy Oscario di gawang, lalu Ravy Tsouka, Angelo Meneses, Asyraq Gufron, dan Ade Kristiano di lini belakang.
Di lini tengah, Boubakary Diarra, Ripal Wahyudi, dan Kazaki Nakagawa disiapkan sebagai pengatur tempo permainan. Sektor depan kemungkinan diisi Kasim Botan, Guillermo Fernandez, dan Maicon Silva, dengan Imran Nahumarury tetap menekankan keseimbangan antarlini.
Persijap juga diprediksi menggunakan pola 4-3-3. Sendri Johansyah disiapkan sebagai penjaga gawang, sementara barisan belakang bisa diisi Rahmat Hidayat, Diogo Brito, Aly Ndom, dan Najeeb Yakubu.
Untuk sektor tengah, Wahyudi Hamisi, Borja Martinez, dan Borja Herrera diperkirakan menjadi tumpuan utama. Di lini serang, Mario Lemos berpotensi menurunkan Lucas Morelatto, Gustavo Franca, dan Rendi Saepul agar Persijap tetap agresif meski bermain di kandang lawan.
Laga yang sulit ditebak
Secara hitungan awal, Semen Padang memang sedikit lebih diunggulkan karena bermain di kandang dan memiliki rekor pertemuan yang lebih baik. Namun, tren positif Persijap membuat pertandingan ini tidak mudah dibaca hanya dari posisi klasemen.
Kualitas eksekusi di lapangan kemungkinan menjadi penentu utama, terutama di lini depan dan organisasi permainan. Jika Semen Padang mampu meredam tekanan sejak awal, peluang mereka untuk mengamankan poin penuh tetap terbuka, tetapi Persijap juga punya bekal cukup untuk membawa pulang hasil positif dari laga penting ini.
Source: bola.bisnis.com