Saham Nintendo kembali tertekan setelah Nintendo Direct terbaru tidak berhasil meyakinkan pasar, meski perusahaan menutup presentasi dengan kejutan berupa remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time untuk Switch 2. Harga saham yang diperdagangkan di luar Jepang, dengan ticker NTDOF, disebut ikut melemah tajam selama acara berlangsung.
Reaksi itu menunjukkan bahwa investor belum melihat deretan game Switch 2 yang ditampilkan sebagai jawaban yang cukup kuat untuk musim belanja akhir tahun. Hype publik memang sempat naik menjelang acara 9 Juni, tetapi respons pasar justru bergerak ke arah sebaliknya setelah isi presentasi dinilai belum memenuhi ekspektasi.
Harapan pada game andalan belum terjawab
Salah satu fokus utama pasar adalah hadirnya judul first-party yang mampu menjaga minat terhadap Switch 2. Nintendo memang membawa beberapa nama besar ke panggung, namun susunan pengumuman itu belum dinilai cukup meyakinkan untuk mendorong sentimen investor.
Di antara judul yang diperlihatkan, Fire Emblem: Fortune’s Weave dijadwalkan hadir sebelum peluncuran 17 September. Sementara itu, Xenoblade Genesis masih baru akan tersedia pada 2027, sehingga kontribusinya untuk periode dekat dianggap belum terasa.
Remake Zelda justru jadi pusat perhatian
Perhatian terbesar sebetulnya jatuh pada kembalinya Ocarina of Time, sebuah kabar yang sebelumnya sudah disiapkan oleh bocoran NateTheHate. Kehadiran Link di ujung presentasi sempat memicu sorotan, tetapi efeknya tidak berlangsung lama di hadapan pasar.
Masalahnya, teaser yang ditampilkan dinilai terlalu singkat dan tidak menunjukkan gameplay. Video itu juga belum menjelaskan bagaimana versi baru tersebut akan meningkatkan game klasiknya, sehingga rasa penasaran penggemar tidak otomatis berubah menjadi keyakinan investor.
Tekanan dari penjualan, harga, dan jadwal game lain
Laporan fiskal tahunan Nintendo yang dirilis 8 Mei ikut menambah konteks tekanan tersebut. Dalam laporan itu, perusahaan menyebut penjualan Switch 2 telah mencapai 19,86 juta unit sejak perangkat handheld itu meluncur pada Juni 2025.
Angka itu menunjukkan awal yang kuat, tetapi kekhawatiran soal harga masih membayangi. Kenaikan harga Switch 2 yang lebih dulu terjadi di Jepang juga disebut akan menyusul ke wilayah lain pada September.
Di sisi lain, belum ada sinyal kuat mengenai petualangan baru Mario yang bisa memperkuat prospek jangka pendek. Bahkan, holiday season tampaknya belum akan diisi judul Mario baru, termasuk sekuel Super Mario Odyssey yang sempat dirumorkan.
Pasar masih menunggu bukti yang lebih meyakinkan
Penurunan yang terjadi setelah Direct juga datang di tengah kekhawatiran yang lebih luas soal pasokan komponen dan profitabilitas Switch 2. Saham Nintendo sendiri sudah turun lebih dari 30% sejak awal 2026, meski sempat naik ke titik tertinggi dalam sebulan sebelum presentasi dimulai.
Karena itu, antusiasme terhadap remake Ocarina of Time ternyata belum cukup menjadi penahan utama. Bagi pasar, yang masih dibutuhkan bukan hanya nama besar, melainkan bukti yang lebih tegas bahwa lini game Switch 2 mampu mendukung kinerja Nintendo ke depan.
