Hampir 40 perempuan mengakhiri rangkaian Wellnest Festival Vol. 2 dengan mengikuti kelas Cardio Dance selama kurang lebih 60 menit. Sesi di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, itu berlangsung penuh gerak, sorak, dan dukungan antarpeserta.
Kelas penutup pada Rabu (22/7) tersebut memperlihatkan bahwa olahraga berkelompok dapat terasa ringan tanpa kehilangan unsur kebugaran. Peserta dari usia remaja hingga ibu-ibu tetap mengikuti irama musik enerjik sampai sesi berakhir.
Instruktur Arki memandu rangkaian latihan secara bertahap agar peserta tidak langsung masuk ke gerakan utama. Kelas dimulai dengan persiapan tubuh, berlanjut ke latihan inti dan permainan, lalu ditutup dengan pendinginan.
Susunan kelas selama satu jam
| Tahapan | Peran dalam sesi |
|---|---|
| Pemanasan | Menyiapkan tubuh sebelum latihan utama dimulai. |
| Latihan inti | Menjadi rangkaian utama gerakan Cardio Dance. |
| Games session | Menambah interaksi dan keseruan di dalam kelas. |
| Pendinginan | Menutup sesi setelah seluruh gerakan selesai. |
Format tersebut membuat peserta memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme latihan sebelum bergerak lebih aktif. Musik menjadi pengiring utama yang menjaga suasana kelas tetap hidup dari awal hingga akhir.
Arki, yang berusia 45 tahun, menilai energi para peserta sebagai kekuatan paling menonjol dalam sesi tersebut. Ia melihat semangat yang sama datang dari peserta dengan latar usia yang berbeda pada hari terakhir festival.
“Luar biasa antusiasnya. Ibu-ibunya luar biasa, kakak-kakaknya juga semangat-semangat. Amazing,” kata Arki kepada CNNIndonesia.com. Antusiasme itu tampak dari keterlibatan peserta yang tidak hanya mengikuti arahan instruktur, tetapi juga menghidupkan suasana bersama.
Menurut Arki, peserta meneriakkan semangat, melompat, bergerak serempak, dan saling berkolaborasi sepanjang kegiatan. Pola interaksi tersebut menjadikan kelas ini lebih dari sekadar sesi latihan fisik rutin.
“Mereka teriak, loncat, bergerak bersama, saling berkolaborasi. Energinya positif banget. Semoga CNN Wellnest bisa terus berlanjut,” ujarnya. Suasana komunal itu dapat membantu peserta mengikuti olahraga tanpa harus menghadapi kesan latihan yang kaku.
Olahraga yang dipadukan dengan tari
Cardio Dance menggabungkan unsur tari dengan latihan aerobik berintensitas sedang hingga tinggi. Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru sekaligus melatih koordinasi tubuh.
Gerakan yang relatif sederhana membuat kelas tersebut dapat diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk pemula. Iringan musik juga memberi ruang bagi peserta untuk menikmati latihan sebagai aktivitas pelepas stres setelah beraktivitas.
Selama dua hari Wellnest Festival Vol. 2, Cardio Dance menjadi salah satu kelas yang dibuka gratis untuk seluruh pengunjung. Kehadiran kelas ini menawarkan pilihan olahraga yang mengutamakan pengalaman bergerak bersama dalam suasana yang menyenangkan.
Arki berharap kegiatan serupa terus dikembangkan dengan ragam olahraga yang sesuai minat masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa sebuah aktivitas tidak cukup dipilih karena sedang populer, melainkan juga perlu aman dan bermanfaat bagi kesehatan.
Pesan tersebut menutup sesi Cardio Dance yang ramai hingga akhir acara. Bagi peserta, olahraga dapat menjadi kegiatan yang lebih mudah didekati ketika gerak, musik, dan interaksi sosial hadir dalam satu kelas.
