Rio Haryanto Beralih ke Bisnis Keluarga, Jejaknya di F1 Tetap Sulit Dilupakan

Author: Redaksi Android62

Rio Haryanto kini lebih sering terlihat menjalankan bisnis keluarga dan bermain golf ketimbang berada di lintasan balap. Mantan pebalap Formula 1 asal Indonesia itu memang sudah lama tidak muncul lagi di ajang yang pernah membesarkan namanya.

Perubahan arah itu menegaskan jarak yang makin lebar antara masa kejayaannya di dunia balap dan aktivitasnya saat ini. Meski begitu, nama Rio tetap penting karena ia pernah menjadi pebalap Indonesia pertama yang tampil di Formula 1.

Dari Solo ke Panggung Balap Dunia

Rio Haryanto lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 22 Januari 1993. Ia tumbuh di keluarga yang akrab dengan dunia balap karena ayahnya, Sinyo Haryanto, merupakan veteran balapan nasional.

Minatnya pada olahraga itu sudah muncul sejak kecil. Rio mulai menekuni gokart saat berusia 6 tahun dan meraih juara gokart nasional kelas kadet pada 1999.

Setelah itu, kariernya bergerak ke ajang yang lebih kompetitif seperti GP3 Eropa Series dan GP2. Pada fase ini, ia mencatatkan diri sebagai orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang pernah tampil di GP2.

Di tengah kesibukan tersebut, Rio juga tetap menjalani pendidikan dan tercatat masih berkuliah di FTMS Global Singapore.

Fase Karier Detail Utama
Gokart Mulai sejak usia 6 tahun, juara nasional kelas kadet pada 1999
GP3 Eropa Series dan GP2 Menjadi pebalap Indonesia pertama dan satu-satunya yang tampil di GP2
F1 Membela Manor Racing pada 2016

Perjalanan Singkat di Formula 1

Puncak perhatian publik datang ketika Rio bergabung dengan Manor Racing pada 2016. Ia dipasangkan dengan Pascal Wehrlein, dan kehadirannya saat itu membawa harapan besar bagi Indonesia di Formula 1.

Namun, kiprahnya di F1 tidak berlangsung sesuai ekspektasi. Rio disebut hanya berkutat di posisi terbawah dan kesulitan bersaing dengan pebalap lain di grid.

Situasi itu kemudian diwarnai persoalan internal antara pihak Rio Haryanto dan Manor Racing. Menurut pemberitaan www.viva.co.id, masalah pembayaran menjadi sumber utama polemik yang mempercepat berakhirnya kerja sama tersebut.

Manor Racing menyebut Rio hanya sanggup membayar €8 juta, sementara kesepakatan awal berada di angka €15 juta. Kursi Rio akhirnya digantikan Esteban Ocon setelah ia tampil dalam 12 race.

Detail di F1 Keterangan
Tim Manor Racing
Rekan setim Pascal Wehrlein
Jumlah race 12 race
Pengganti Esteban Ocon

Fokus Baru di Golf dan Usaha Keluarga

Setelah meninggalkan Formula 1, Rio tampak menjauh dari dunia balap profesional. Melalui akun Instagram @rharyantoracing, ia lebih sering membagikan aktivitas di luar lintasan.

Salah satu kegiatan yang menonjol adalah golf. Rio tercatat mengikuti sejumlah turnamen golf amatir, termasuk Mercedes-Benz Indonesia Golf Tournament pada Juli 2023.

Di sisi lain, ia juga sibuk mengelola bisnis keluarga bernama Kiky atau PT Usaha Solo Murni. Perusahaan itu bergerak di bidang kuliner dan stationery, dan Rio mengaku mengurangi kegiatan balapan karena kesibukan tersebut.

Meski jarang tampil di dunia motorsport, statusnya sebagai mantan pebalap F1 pertama dari Indonesia masih membuatnya menerima sejumlah endorsement dari brand ternama. Perpindahan fokus itu memperlihatkan perubahan besar dari seorang pebalap internasional menjadi pengusaha yang tetap dekat dengan olahraga melalui golf.

Dengan latar Solo, perjalanan ke GP2, lalu ke Formula 1, Rio kini menjalani fase hidup yang sangat berbeda. Nama besarnya di lintasan tetap melekat, tetapi kesehariannya lebih banyak diisi bisnis keluarga dan agenda olahraga non-balap.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru