Rob hingga 1 Meter Mengintai Pantura Jateng, 7 Daerah Berpotensi Hujan

Warga pesisir utara Jawa Tengah perlu mengantisipasi banjir rob dengan ketinggian maksimum hingga 1 meter pada Jumat, 17 Juli 2026. Pasang air laut diprakirakan terjadi pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB dan dapat mengganggu akses jalan, permukiman, serta kegiatan ekonomi di kawasan pesisir.

Ancaman rob membayangi Pati, Demak, Semarang, dan Pekalongan. Masyarakat di wilayah tersebut perlu memperhatikan kondisi genangan sebelum beraktivitas, terutama pada pagi hingga menjelang siang.

Perairan Selatan dan Karimunjawa Juga Perlu Diwaspadai

Risiko cuaca tidak hanya terjadi di daratan dan pesisir, tetapi juga di perairan selatan Jawa Tengah serta sekitar Karimunjawa. Gelombang laut diperkirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.

Kondisi tersebut berisiko bagi pelayaran, terutama kapal nelayan dan tongkang saat angin bertiup lebih dari 15 knot. Pengguna jasa perairan perlu mempertimbangkan perkembangan gelombang sebelum melakukan pelayaran.

ParameterPrakiraanKeterangan
Pasang robMaksimum 1 meterPukul 07.00–12.00 WIB
Gelombang laut1,25–2,5 meterPerairan selatan dan Karimunjawa
Kecepatan angin3–35 km/jamDari timur hingga selatan
Suhu udara16–33 derajat CelsiusWilayah Jawa Tengah
Kelembapan udara45–95 persenWilayah Jawa Tengah

Hujan Ringan Berpeluang Turun pada Sore Hari

Di tengah ancaman rob, BMKG memprakirakan hujan ringan berpeluang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Potensi hujan terutama berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, sementara sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan berawan sepanjang hari.

Tujuh daerah masuk dalam prakiraan hujan ringan tersebut. Warga yang masih beraktivitas di luar rumah pada sore hari dapat menyiapkan perlengkapan hujan dan memperhatikan perubahan kondisi langit.

DaerahPrakiraan CuacaWaktu Potensial
BanjarnegaraHujan ringanSekitar pukul 16.00 WIB
BanyumasHujan ringanSekitar pukul 16.00 WIB
BatangHujan ringanSekitar pukul 16.00 WIB
PekalonganHujan ringanSekitar pukul 16.00 WIB
PemalangHujan ringanSekitar pukul 16.00 WIB
PurbalinggaHujan ringanSekitar pukul 16.00 WIB
TegalHujan ringanSekitar pukul 16.00 WIB

Angin Kencang Memperbesar Risiko Karhutla

Selain hujan dan rob, kondisi kemarau panjang tetap menjadi perhatian di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Vegetasi yang mengering dapat membuat api lebih mudah muncul dan cepat menjalar saat diterpa angin kencang.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rani Puspita, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kebakaran hutan dan lahan. “Waspadai bencana karhutla. Angin kencang yang bertiup dapat mempercepat api meluas, sehingga penanganan cepat harus dilakukan saat muncul titik api,” ujar Rani Puspita pada Kamis, 16 Juli.

Angin di Jawa Tengah diprakirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 3 sampai 35 kilometer per jam. Kombinasi udara kering dan angin yang cukup kencang membuat titik api perlu segera ditangani agar tidak meluas.

Perubahan cuaca dapat memengaruhi aktivitas warga di daratan, pesisir, dan perairan dalam waktu berbeda. Pemantauan informasi resmi BMKG sepanjang hari penting dilakukan untuk merespons hujan, rob, gelombang, maupun potensi kebakaran secara lebih cepat.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terkait