Rob Siap Menyapu Pantura Jawa Tengah, Aktivitas Pesisir Terancam Sejak Siang Hari Ini

Gelombang tinggi diperkirakan lebih dulu menjadi perhatian utama di perairan Jawa Tengah hari ini. BMKG memprakirakan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah mencapai 2,5 hingga 4 meter, sementara di perairan utara berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.

Kondisi itu membuat pelayaran dan aktivitas pesisir perlu lebih waspada, terutama untuk kapal nelayan, tongkang, dan kapal angkutan penumpang. Risiko tersebut akan meningkat saat kecepatan angin melampaui 15 knot di perairan Jawa Tengah.

Di saat yang sama, pesisir utara Jawa Tengah juga menghadapi ancaman rob. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, menyebut rob dengan ketinggian maksimum 1 meter diperkirakan terjadi pada pukul 12.00 hingga 17.00 WIB.

BMKG mengingatkan warga agar memperhatikan potensi gangguan pada transportasi, bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan aktivitas petani garam. Air laut pasang pada jam-jam tersebut dapat lebih mudah masuk ke kawasan pantai dan memicu banjir rob di titik-titik rawan.

Sejumlah wilayah pesisir utara masuk daftar yang perlu siaga. Daerah yang disebut rawan meliputi Pekalongan dan Batang, Kendal dan Semarang, Demak dan Jepara, serta Pati dan Rembang.

Pengawasan lebih ketat juga dibutuhkan di Semarang-Demak, Karimunjawa, Jepara, dan Pati-Rembang. Wilayah-wilayah ini berada di jalur pesisir yang berhadapan langsung dengan pengaruh pasang maksimum.

Di luar ancaman pesisir, cuaca Jawa Tengah pada umumnya masih didominasi cerah berawan. Memasuki musim kemarau, suhu udara diperkirakan berada di kisaran 18-34 derajat celsius.

Meski begitu, hujan ringan tidak merata masih berpeluang turun di wilayah pegunungan dan sekitarnya. Purbalingga dan Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung, serta Bumiayu termasuk area yang berpotensi diguyur hujan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, menyebut hujan ringan itu tidak berpotensi memicu bencana hidrometeorologi besar seperti longsor atau angin puting beliung. Namun, warga tetap diminta mewaspadai perubahan suhu yang cukup drastis, terutama pada malam hari.

BMKG juga mencatat angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan mencapai 27 kilometer per jam. Kombinasi angin dan gelombang ini menambah risiko bagi masyarakat pesisir serta pelaku pelayaran yang beraktivitas di perairan Jawa Tengah hari ini.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait