Robot Lunak Ini Memakaikan Pakaian dalam 10 Detik, Tetap Mengikuti Pengguna Bergerak

Author: Redaksi Android62

Tim peneliti dari Korea Selatan dan Amerika Serikat mengembangkan robot lunak yang dapat membantu seseorang mengenakan satu set pakaian lengkap dalam sekitar 10 detik. Sistem ini tetap dapat bekerja ketika pengguna bergerak, sehingga proses berpakaian tidak mengharuskan tubuh berada dalam posisi diam.

Kemampuan tersebut menarik perhatian karena pakaian biasanya perlu ditarik, dirapikan, dan disesuaikan dengan posisi badan secara manual. Dalam sistem baru ini, pakaian justru dibuat menjadi bagian aktif dari mekanisme robotik.

Teknologi itu menggunakan sulur lembut dan fleksibel yang ditanamkan pada pakaian. Sulur tersebut digerakkan oleh tekanan udara untuk bergerak mendekati tubuh pengguna.

Saat diaktifkan, sulur membantu kain membalik dan menyelimuti badan secara bertahap. Gerakannya membuat pakaian dapat mengikuti kontur tubuh, bukan sekadar ditarik dari satu sisi.

Menjaga Kedekatan dengan Tubuh

Tim peneliti merancang sulur robot agar tetap berada dekat dengan tubuh saat pengguna berpindah posisi. Kemampuan ini penting karena perubahan gerakan tubuh dan lipatan kain sering menjadi hambatan dalam proses berpakaian otomatis.

Menurut penjelasan tim, pengguna tidak perlu mempertahankan postur statis selama pakaian dikenakan. Sulur robot terus membalik kain sambil bergerak mengikuti badan pengguna.

Desain tersebut terinspirasi dari cara tanaman ivy merambat pada struktur di sekitarnya. Profesor teknik sipil dan lingkungan KAIST, Ryu Jee-Hwan, menjelaskan pendekatan itu memungkinkan robot menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dilalui.

Robot dapat melewati celah sempit dan terus “tumbuh” dengan mengikuti bentuk area di sekitarnya. Sistem itu juga dirancang untuk bergerak pada permukaan licin, lengket, maupun miring.

Potensi Penggunaan Kebutuhan Utama
Ruang bersih industri semikonduktor Mengenakan pakaian khusus
Layanan darurat Memakai alat pelindung diri dengan cepat

Dikembangkan KAIST dan Stanford University

Robot pakaian otomatis ini dikembangkan oleh peneliti Korea Advanced Institute of Science and Technology atau KAIST bersama Stanford University. Studi mengenai sistem tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah IEEE Robotics and Automation Letters.

Peneliti pascadoktoral KAIST sekaligus penulis utama studi, Kim Nam Gyun, menyebut ide awalnya muncul ketika bersepeda saat hujan. Ia membayangkan jas hujan yang dapat dikenakan secara otomatis ketika penggunanya masih berada di atas sepeda.

“Ketika saya sedang naik sepeda, hujan mulai turun dan saya berpikir akan sangat membantu jika jas hujan bisa dipakai secara otomatis (saat saya bersepeda),” kata Kim. Gagasan itu kemudian berkembang menjadi sistem yang membantu pengguna berpakaian tanpa bantuan tangan.

Peluang untuk Pengguna yang Membutuhkan Bantuan

Teknologi ini berpotensi membantu lanjut usia dan penyandang disabilitas yang mengalami kesulitan mengenakan pakaian secara mandiri. Penggunaan tanpa tangan juga dapat relevan pada kondisi yang membutuhkan kecepatan.

Ruang bersih industri semikonduktor menjadi salah satu contoh lingkungan yang membutuhkan proses berpakaian khusus. Petugas darurat juga dapat memanfaatkan konsep serupa ketika harus mengenakan alat pelindung diri dalam waktu singkat.

Ryu menilai perhatian publik terhadap perkembangan kecerdasan buatan kerap terpusat pada perangkat lunak sebagai otak teknologi. Sistem pakaian robotik ini menunjukkan bahwa rekayasa mekanik tetap memiliki peran penting untuk melengkapi perangkat lunak.

Melalui mekanisme sulur bertekanan udara, pakaian tidak lagi diposisikan hanya sebagai benda pasif yang dikenakan manusia. Rancangan tersebut membuka kemungkinan baru bagi perangkat yang dapat menyesuaikan diri dengan gerakan tubuh penggunanya.

Source: www.kompas.com
Berita Terbaru