Rompi pelampung milik penumpang Titanic, Laura Mabel Francatelli, kembali menjadi sorotan setelah laku terjual $906,000 dalam sebuah lelang memorabilia langka. Nilai itu membuat benda berwarna krem tersebut jadi salah satu artefak paling berharga yang pernah muncul dari kisah kapal legendaris itu.
Penjualan berlangsung melalui Henry Aldridge & Son di Devizes, Inggris bagian barat, dan menarik perhatian karena harga akhirnya jauh melampaui perkiraan awal. Sebelum dilelang, rompi itu diperkirakan berada di kisaran 250,000 hingga 350,000 pounds, namun minat kolektor mendorong nilainya naik sangat tinggi.
Rompi tersebut diketahui pernah dipakai Laura Francatelli, penumpang kelas satu yang selamat dari tenggelamnya RMS Titanic. Benda ini terbuat dari kanvas dengan bagian dalam berisi gabus, bahan yang umum digunakan untuk perlengkapan keselamatan pada masa itu.
Pihak lelang menyebut jumlah rompi pelampung penumpang Titanic yang masih bertahan hingga sekarang sangat sedikit. Andrew Aldridge menjelaskan bahwa benda semacam ini jarang sekali muncul di pasar karena sebagian besar telah berada di museum, sehingga setiap kemunculannya langsung menjadi perhatian besar.
Daya tarik utama rompi ini tidak hanya terletak pada kelangkaannya, tetapi juga pada jejak sejarah yang melekat di dalamnya. Tanda tangan Laura Francatelli dan penyintas lain dari sekoci yang sama ikut menambah nilai dokumenter pada barang tersebut.
Kisah Francatelli sendiri terhubung dengan salah satu detail paling dikenal dari tragedi Titanic, yaitu Sekoci No. 1. Saat itu ia berada bersama atasannya, perancang busana Lucy Duff Gordon, serta suaminya, Cosmo Duff Gordon, sebelum akhirnya ketiganya selamat di sekoci tersebut.
Sekoci No. 1 diluncurkan dengan 12 orang di dalamnya, padahal kapasitasnya mencapai 40 penumpang. Sekoci itu kemudian menuai kontroversi karena tidak kembali untuk membantu orang-orang yang masih berada di air dingin setelah Titanic tenggelam.
Para penyintas akhirnya dijemput oleh RMS Carpathia setelah peristiwa itu berlangsung. Rompi pelampung yang baru terjual ini juga pernah dipamerkan di museum di Amerika Serikat dan Eropa, menandakan bahwa benda tersebut sudah lama dipandang sebagai artefak penting dari sejarah Titanic.
Peminat terhadap memorabilia Titanic memang terus kuat, dan penjualan ini kembali memperlihatkan tingginya pasar untuk benda-benda yang terkait langsung dengan tragedi tersebut. Aldridge menyebut rekor seperti ini mencerminkan minat yang belum surut terhadap kisah Titanic dan penghormatan kepada penumpang serta awak kapal yang tercatat dalam sejarah.
Dalam lelang yang sama, bantalan kursi dari salah satu sekoci Titanic juga terjual $527,000. Benda itu dibeli oleh pemilik dua museum Titanic yang berada di Pigeon Forge, Tennessee, dan Branson, Missouri.
Titanic sendiri tetap menjadi salah satu kisah kapal paling dikenal di dunia karena membawa penumpang dari berbagai latar belakang, mulai dari orang biasa hingga kalangan berada. Kapal yang disebut sebagai ocean liner termewah dan nyaris mustahil tenggelam itu menabrak gunung es di lepas Newfoundland dalam pelayaran perdananya dari Inggris ke New York, lalu tenggelam beberapa jam kemudian dengan sekitar 1.500 dari 2.200 penumpang dan awak meninggal dunia.







