Ronaldo Mengaku Sudah Beri Segalanya, Masa Depannya di Timnas Portugal Masih Tanda Tanya

Cristiano Ronaldo menutup Piala Dunia dengan perasaan yang berat, tetapi ia tetap menegaskan bahwa dirinya sudah memberikan segalanya untuk Portugal. Setelah timnya tersingkir oleh Spanyol di babak 16 besar, kapten berusia 41 tahun itu memilih bicara tenang dan belum mau membuat keputusan apa pun tentang masa depannya.

Ronaldo menyebut laga tersebut sebagai Piala Dunia terakhirnya, namun ia menolak bertindak tergesa-gesa saat emosi masih tinggi. Ia mengatakan ingin memberi waktu bagi dirinya sendiri sebelum menentukan apakah akan melanjutkan perjalanan bersama tim nasional Portugal atau tidak.

Warisan besar yang tetap sulit dibantah

Terlepas dari akhir yang pahit, catatan Ronaldo bersama Portugal masih berdiri sangat tinggi. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di level tim nasional dengan 146 gol dari 233 pertandingan.

Ia juga menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol di enam Piala Dunia dan termasuk dalam kelompok kecil pemain dengan 200 penampilan internasional. Rekor itu membuat namanya tetap berada di pusat pembicaraan, bahkan ketika pertanyaan tentang akhir kariernya semakin keras terdengar.

Malam yang menegangkan di Dallas

Setelah kekalahan dari Spanyol, Ronaldo tampak berjalan sendiri di lapangan sebelum akhirnya mendapat pelukan penguat dari Rodri. Momen itu memperlihatkan sisi yang jarang muncul darinya di panggung besar: kesedihan yang jelas, tetapi tanpa ledakan emosi berlebihan.

Ia mengakui Portugal masih bisa tampil lebih baik, tetapi juga menerima bahwa lawan yang dihadapi sangat kuat. Bagi Ronaldo, malam di Dallas menjadi tambahan baru dalam hubungan yang memang rumit antara dirinya dan Piala Dunia.

Euro 2016 masih jadi puncak emosional

Selama enam kali tampil di Piala Dunia, Ronaldo selalu mencetak gol, tetapi turnamen itu lebih sering berakhir dengan kekecewaan daripada kegembiraan. Menurut catatan perjalanan tim nasionalnya, prestasi terbaik Ronaldo bersama Portugal justru hadir di Euro 2016.

Ia pernah menyebut gelar itu memiliki bobot seperti Piala Dunia, sehingga turnamen tersebut tetap menjadi titik tertinggi dalam karier internasionalnya. Kontras itu membuat akhir perjalanannya di Piala Dunia terasa semakin berat untuk diterima banyak pendukung Portugal.

Pelatih memberi penghormatan, kritik tetap mengiringi

Roberto Martinez memberi penghormatan besar kepada Ronaldo seusai laga. Ia menyebutnya sebagai ikon sepak bola dan contoh yang hebat, bukan hanya karena gol dan assist, tetapi juga sebagai pribadi dan manusia.

Martinez juga tidak menarik Ronaldo keluar lebih cepat, sehingga sang kapten menyelesaikan pertandingan sampai akhir. Sikap itu memunculkan perdebatan lama tentang apakah CR7 masih menjadi aset penting bagi Portugal atau justru mulai terbebani usia.

Usia 41 tahun dan arah berikutnya

Di usia 41 tahun, Ronaldo masih mampu mencetak gol dan bermain pada level tinggi. Namun, kecepatannya tidak lagi sama seperti saat ia menjadi mesin gol yang nyaris tak terbendung pada masa puncak kariernya.

Ia masih sempat menunjukkan akselerasi dan melewati beberapa pemain, tetapi perubahan peran itu semakin terasa. Di Portugal, sebagian pihak percaya ia masih bisa bermain selama dua tahun lagi, meski keputusan akhirnya belum akan diumumkan dalam suasana panas.

Nama Jorge Jesus juga ikut masuk dalam perbincangan soal arah tim nasional berikutnya. Ronaldo pernah bekerja sama dengan pelatih itu di Al Nassr, sehingga kemungkinan tersebut ikut mewarnai spekulasi tentang masa depannya bersama Portugal.

Di sisi lain, kritik terhadap Ronaldo belum sepenuhnya mereda. Media Portugal A Bola bahkan menulis editorial keras tak lama setelah laga, dengan menyerukan agar siklus sang kapten ditutup, meski nada itu terasa kontras dengan suasana emosional usai pertandingan.

CatatanAngka
Gol Ronaldo untuk Portugal146
Pertandingan bersama tim nasional233
Piala Dunia yang diikuti6
Penampilan internasional200
Source: www.gazzetta.it
Berita Terkait