Pengelolaan kekayaan negara kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa aset bernilai besar itu harus dijaga tanpa celah. Ia memberi pesan langsung kepada Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria agar pengelolaan uang rakyat tidak sampai bocor atau menguap.
Prabowo menyebut nilai aset yang dikelola mencapai hampir satu triliun dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 17.000 triliun. Angka itu membuat pengelolaan kekayaan negara dipandang bukan sekadar urusan administratif, melainkan amanah besar untuk kepentingan generasi mendatang.
Pesan tegas soal kebocoran
Dalam arahannya, Prabowo meminta Dony Oskaria dan seluruh jajaran pengelola Danantara bekerja dengan cermat. Ia menegaskan bahwa uang tersebut adalah milik rakyat dan harus diurus dengan baik.
“Harus diurus baik-baik ya, Pak Doni dan semua stafnya. Jangan bocor, jangan menguap begitu saja. Itu uang rakyat,” ujar Prabowo.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintah menaruh perhatian besar pada disiplin pengelolaan aset. Prabowo ingin setiap kekayaan negara benar-benar memberi manfaat, bukan hilang karena kelalaian atau penyalahgunaan.
Nilai yang sangat besar dan amanah lintas generasi
Prabowo menempatkan aset yang dikelola sebagai modal strategis yang harus dijaga untuk masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa kekayaan tersebut bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga harus memberi manfaat bagi anak dan cucu.
Dengan nilai yang disebut sangat besar, pengelolaan aset itu dipandang memiliki dampak langsung pada arah pembangunan nasional. Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya menjaga agar hasil pengelolaan tetap kembali ke kepentingan publik.
Dony Oskaria jadi figur yang dipercaya mengawal
Penyebutan nama Dony Oskaria dalam arahan Prabowo memberi sinyal bahwa pemerintah menginginkan pengawasan yang kuat dalam pengelolaan kekayaan negara. Figur yang dipercaya itu diharapkan mampu menjaga integritas dan memastikan aset tetap aman.
Prabowo juga mengaitkan pengelolaan itu dengan jajaran Danantara yang diminta bekerja teliti. Fokusnya bukan hanya mengejar hasil, tetapi juga memastikan tidak ada kebocoran dalam proses pengelolaan.
Disampaikan saat panen raya udang vaname
Pernyataan tersebut disampaikan saat panen raya udang vaname ke-8 di kawasan budidaya udang berbasis kawasan atau BUBK di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di momen itu, Prabowo menggarisbawahi pentingnya tata kelola aset negara yang bersih dan efisien.
Penekanannya menunjukkan bahwa kekayaan negara harus diperlakukan sebagai milik rakyat. Karena itu, pengelolaan Danantara diminta tetap berada dalam jalur yang aman, terjaga, dan memberi manfaat nyata bagi publik.
