Rp50 Juta per RT Dipakai Atasi Sampah, Malang Dorong Perubahan dari Lingkungan Warga

Author: Redaksi Android62

Pemkot Malang sedang mendorong penanganan sampah dari titik paling awal, yaitu lingkungan RT. Melalui program RT Berkelas, setiap RT mendapat alokasi bantuan Rp50 juta yang bisa dipakai untuk membeli sarana dan prasarana pengelolaan sampah.

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan dari hulu, bukan sekadar menambah perbaikan di titik akhir. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai masalah sampah tidak akan tertangani maksimal jika fasilitas dasar di lingkungan warga masih terbatas.

Fokus dipindah ke lingkungan terdekat

Di sejumlah RT, pengurus sudah mulai memasukkan pembelian bak dan gerobak sampah ke dalam rencana penggunaan bantuan. Pemerintah kota melihat hal itu sebagai sinyal baik karena kebutuhan paling dasar memang muncul di tempat sampah pertama kali dihasilkan.

Wahyu menilai usulan seperti itu perlu terus diperbanyak agar penanganan sampah di masyarakat bergerak lebih cepat. Dengan dukungan yang tepat di tingkat paling bawah, beban pengelolaan di titik akhir juga bisa berkurang.

RT dan RW diminta ikut menggerakkan warga

Pemkot Malang juga meminta camat dan lurah lebih aktif berkomunikasi dengan RT dan RW. Tujuannya agar warga memahami bahwa persoalan sampah termasuk masalah prioritas yang memerlukan respons bersama.

Pemerintah kota tidak hanya ingin RT dan RW menyampaikan informasi. Mereka juga diharapkan ikut membangun kesadaran warga agar gerakan pengelolaan sampah bisa berjalan lebih masif di masing-masing lingkungan.

Wahyu turut menekankan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak awal. Pemisahan antara sampah organik dan anorganik dianggap menjadi langkah penting supaya pengelolaan berlangsung lebih tertib.

Dukungan hilir tetap dibutuhkan

Meski penguatan dari RT menjadi perhatian utama, pengelolaan di hilir tetap memerlukan infrastruktur yang memadai. Wahyu menegaskan manajemen sampah tidak bisa berjalan optimal tanpa sarana penunjang yang cukup.

Pemkot Malang terus berupaya menyediakan sarana dan prasarana pengolahan sampah. Namun, upaya itu masih disesuaikan dengan kemampuan APBD sehingga pemenuhannya dilakukan bertahap.

Keterbatasan armada pengangkut juga masih menjadi perhatian pemerintah kota. Untuk menutup kekurangan tersebut, Pemkot Malang menyiapkan pelibatan perusahaan swasta lewat skema CSR.

Dinas Lingkungan Hidup diminta merangkul para pengusaha agar ikut memberi dukungan. Skema ini diharapkan membantu memperkuat armada dan fasilitas pendukung lain yang masih kurang.

Perubahan dari bawah sebagai pijakan baru

Program RT Berkelas kini menjadi pintu masuk bagi Pemkot Malang untuk mengubah pola penanganan sampah dari bawah. Pemerintah kota menempatkan perubahan perilaku warga, kesiapan lingkungan, dan dukungan sarana sebagai satu rangkaian yang harus berjalan bersama.

Dengan pendekatan itu, RT dan RW didorong menjadi bagian aktif dalam pembenahan persoalan sampah. Pemkot Malang berharap langkah dari lingkungan terdekat bisa mempercepat perbaikan pengelolaan sampah di tingkat kota secara keseluruhan.

Source: jatim.antaranews.com
Berita Terbaru