RSUD Prof Dr Margono Soekarjo atau RSMS Purwokerto kini disiapkan menjadi pusat layanan kesehatan utama untuk Banyumas Raya. Peran itu didorong karena rumah sakit ini sudah menerima arus pasien besar dari berbagai daerah di selatan dan barat Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan RSMS sebagai simpul layanan yang menghubungkan rumah sakit pemerintah dan swasta di kabupaten serta kota sekitarnya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai layanan kesehatan tidak boleh bertumpu pada satu titik saja, sehingga jejaring rumah sakit harus diperkuat agar akses dan mutu pelayanan semakin merata.
Penguatan jejaring layanan
Dalam skema yang disiapkan, RSMS berfungsi sebagai pusat rujukan regional. Rumah sakit di daerah sekitar diposisikan sebagai penopang agar layanan kesehatan di Banyumas Raya lebih terhubung dan jangkauannya lebih luas.
Ahmad Luthfi juga menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu arah penting pembangunan di Jawa Tengah. Menurut dia, kesehatan merupakan layanan dasar yang langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat, sehingga kerja sama lintas rumah sakit perlu terus diperkuat.
Kolaborasi itu tidak hanya menyasar rumah sakit pemerintah daerah dan swasta. RSMS juga didorong membangun kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menopang pengembangan layanan kesehatan di kawasan tersebut.
Spesialis diminta turun hingga desa
Di sisi lain, pemerintah provinsi juga ingin layanan spesialistik tidak hanya menumpuk di rumah sakit rujukan. Program dokter spesialis keliling atau Speling diarahkan agar bisa menjangkau warga sampai ke desa-desa.
Ahmad Luthfi menilai program itu terbukti efektif membawa layanan kesehatan ke pelosok. Ia meminta para dokter spesialis bergerak aktif tanpa menunggu instruksi dari gubernur maupun kepala dinas, karena warga di tingkat desa dinilai lebih membutuhkan kehadiran langsung tenaga medis.
Ia juga meminta evaluasi berjalan bersamaan dengan pelaksanaan layanan. Dengan cara itu, hasil program tetap bisa diukur sambil memastikan layanan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
Kapasitas RSMS sudah terbentuk
Peran yang lebih besar itu dinilai sejalan dengan kekuatan yang sudah dimiliki RSMS. Direktur RSMS Purwokerto dr Heri Dwi Purnomo menyebut rumah sakit tersebut kini ditopang 2.204 karyawan.
Jumlah itu terdiri atas 154 dokter, 847 perawat dan bidan, 519 tenaga medis lainnya, serta 683 tenaga non-medis. RSMS juga memiliki sejumlah layanan unggulan, termasuk bedah saraf, layanan jantung, uronefrologi, serta layanan maternal dan perinatal.
Dengan dukungan sumber daya tersebut, RSMS diposisikan untuk memperkuat layanan spesialistik di kawasan sekitar. Rumah sakit ini juga telah menjadi tempat rujukan bagi pasien dari wilayah yang lebih luas daripada Kabupaten Banyumas saja.
Arus pasien menunjukkan fungsi regional
Hingga April 2026, RSMS mencatat 9.888 pasien instalasi gawat darurat, 134.632 pasien rawat jalan, dan 17.698 pasien rawat inap. Dari total layanan itu, 38 persen merupakan peserta BPJS Kesehatan PBI, 55 persen BPJS Kesehatan non-PBI, enam persen pasien umum, dan satu persen lainnya berasal dari skema pembiayaan lain.
Data asal pasien memperlihatkan 42 persen pasien datang dari Kabupaten Banyumas. Setelah itu, pasien berasal dari Cilacap sebesar 16 persen, Purbalingga 13 persen, Banjarnegara tujuh persen, Brebes enam persen, Wonosobo satu persen, Tegal satu persen, dan delapan persen dari daerah lainnya.
Komposisi tersebut menunjukkan RSMS memang sudah melayani kebutuhan kesehatan kawasan yang lebih luas. Karena itu, penguatan posisinya sebagai hub kesehatan Banyumas Raya dinilai sejalan dengan pola kunjungan pasien yang selama ini sudah terbentuk.
