Ruben Hentikan Nafkah Selama 6 Bulan, Perselisihan Hak Bertemu Anak Makin Memanas

Author: Redaksi Android62

Pemberhentian nafkah untuk tiga anak Ruben Onsu menjadi salah satu titik paling panas dalam perselisihannya dengan Sarwendah. Langkah itu disebut sudah berlangsung selama 6 bulan terakhir dan diposisikan sebagai bentuk protes atas kesepakatan yang dinilai tidak berjalan.

Di tengah perdebatan itu, angka nafkah yang disebut mencapai Rp 225 juta per bulan ikut kembali disorot. Bagi kubu Ruben, persoalan ini bukan semata soal nominal, melainkan soal keseimbangan antara kewajiban finansial dan hak bertemu anak setelah perceraian.

Hak bertemu anak jadi sumber awal masalah

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut ada kesepakatan perceraian yang memberi Ruben waktu dua sampai tiga hari dalam sepekan untuk bertemu dan berkumpul dengan ketiga anaknya. Namun, ia menilai aturan itu tidak dijalankan sebagaimana mestinya sejak awal.

Ruben juga mengaku sudah berupaya menghubungi anak-anaknya. Meski begitu, komunikasi yang terjadi disebut belum berjalan lancar, termasuk untuk panggilan video.

Bagi pihak Ruben, persoalan ini tidak hanya menyangkut keinginan seorang ayah untuk bertemu anak. Hak anak untuk tetap dekat dengan orang tua kandungnya juga ikut menjadi perhatian dalam konflik yang semakin melebar ini.

Kekhawatiran soal kedekatan dengan lingkungan baru

Ruben menegaskan bahwa statusnya sebagai ayah tidak berubah meski pernikahannya dengan Sarwendah sudah berakhir. Ia ingin tetap hadir dalam kehidupan tiga anaknya, yaitu Betrand Peto, Thalia Onsu, dan Thania Onsu.

Ia juga menyoroti kedekatan anak-anak dengan Giorgio Antonio, yang disebut sebagai kekasih baru Sarwendah. Ruben menilai perkenalan yang terlalu jauh kepada anak-anak sebaiknya dibatasi selama belum ada ikatan pernikahan yang sah.

Minola turut menyampaikan kekhawatiran serupa. Ia menilai pembatasan komunikasi dan pertemuan dapat membuat anak-anak kehilangan kedekatan emosional dengan ayah mereka.

Nafkah Rp 225 juta dan alasan penghentian

Di tengah sengketa soal pertemuan anak, muncul pula sorotan terhadap nafkah yang selama ini disebut diberikan Ruben. Minola mengungkap angka yang disebut mencapai Rp 225 juta per bulan untuk ketiga anak tersebut.

Ia menjelaskan bahwa nafkah itu tidak hanya mencakup kebutuhan dasar dan pendidikan anak. Ada pula pengeluaran lain yang diajukan oleh pihak Sarwendah, termasuk biaya yang disebutnya seperti uang plastik sampah sebesar Rp 9 juta per bulan.

Menurut Minola, biaya semacam itu tidak berkaitan langsung dengan pemeliharaan dan pendidikan anak. Pernyataan tersebut dipakai untuk menjelaskan alasan protes dari pihak Ruben atas kesepakatan yang dinilai tidak berjalan seimbang.

Penghentian berlangsung 6 bulan terakhir

Pihak Ruben mengakui pemberian nafkah untuk anak-anak dihentikan selama 6 bulan terakhir. Minola menyebut langkah itu diambil sebagai bentuk protes karena Ruben merasa kewajibannya terus berjalan, sementara haknya tidak dipenuhi.

Ia mengatakan kebijakan penghentian nafkah mulai diterapkan sejak Desember 2025. Menurutnya, Ruben ingin menegaskan bahwa kewajiban dan hak seharusnya berjalan beriringan.

Minola juga membantah anggapan bahwa Ruben tidak berusaha berkomunikasi soal anak-anak. Ia menyebut ada bukti bahwa Ruben sudah mencoba menghubungi Sarwendah, tetapi komunikasi itu dinilai tidak mulus.

Ruben masih ingin terlibat langsung

Di tengah situasi yang belum menemukan titik temu, Ruben bahkan menyatakan kesediaannya mengambil alih pengasuhan anak jika Sarwendah merasa tidak sanggup. Sikap itu disampaikan melalui panggilan video yang dikutip kuasa hukumnya.

Ruben juga mengaku sedih karena persoalan yang menurutnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan justru berkembang menjadi konsumsi publik. Ia mengatakan selama dua tahun memilih diam sebelum akhirnya bicara untuk meluruskan hal yang dinilainya sudah melebar ke arah pembunuhan karakter.

Saat rasa rindu kepada anak-anak datang, Ruben memilih datang ke panti asuhan dan bermain dengan anak-anak sebelum bekerja. Cara itu disebutnya membantu membuat dirinya lebih tenang saat kembali menjalani tugas sebagai pembawa acara.

Perselisihan ini kini terus dikaitkan dengan tiga hal utama, yakni hak bertemu anak, kedekatan anak dengan lingkungan baru, dan nafkah yang disebut mencapai Rp 225 juta per bulan. Selama kesepakatan pengasuhan belum menemukan titik temu, isu ini masih menjadi perhatian publik karena menyangkut hubungan orang tua dan anak pascaperceraian.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru