LG mencoba membawa pengalaman melihat rumah pintar ke format yang lebih terasa hidup lewat Housewarming by LG. Alih-alih menempatkan produk sebagai pajangan biasa, perusahaan membangun area pameran yang menyerupai hunian sungguhan agar pengunjung bisa membayangkan pemakaian perangkat dalam rutinitas sehari-hari.
Konsep ini dipakai LG untuk memperkenalkan teknologi rumah tangganya ke pasar Asia Tenggara dengan pendekatan budaya Korea Selatan. Daya tarik drakor dan suasana rumah ala Korea menjadi pintu masuk agar teknologi rumah tangga terasa lebih dekat dengan kebiasaan pengunjung.
Rumah contoh yang dibuat seperti tempat tinggal asli
Housewarming by LG disusun sebagai area imersif dengan alur ruang yang menyerupai rumah nyata. Pengunjung bisa bergerak dari teras ke dapur, lalu ke kamar tidur, sehingga setiap perangkat tampil dalam konteks yang mudah dipahami.
LG menilai format seperti ini cocok untuk Asia Tenggara karena minat terhadap budaya Korea Selatan cukup tinggi. Dengan cara itu, teknologi rumah tangga tidak hanya dilihat sebagai perangkat elektronik, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih akrab.
Di dalam ruang-ruang tersebut, LG menonjolkan teknologi kecerdasan buatan yang ramah pengguna atau Affectionate Intelligence. Teknologi ini diarahkan agar selaras dengan kebiasaan harian masyarakat setempat.
Dapur, ruang tamu, hingga lemari pakaian jadi lokasi demo
Area dapur menjadi salah satu titik yang paling interaktif. Pengunjung dapat mencoba membuat minuman maupun makanan tradisional Korea dengan bantuan kulkas pintar yang mampu menghasilkan berbagai variasi es batu unik.
Dari dapur, pengalaman berlanjut ke ruang tamu yang menampilkan sistem penyejuk ruangan dan pembersih udara. Keduanya bekerja bersama untuk menjaga stabilitas kelembapan serta higienitas udara di sekitar ruangan.
LG juga menempatkan layar portabel teranyar di dalam pameran ini. Perangkat tersebut mendukung aktivitas olahraga mandiri di dalam rumah, sehingga pengunjung dapat melihat fungsi perangkat dalam situasi yang lebih nyata.
Di area lemari pakaian, LG memperlihatkan mesin cuci berbasis AI yang dapat mendeteksi berat dan karakteristik kain secara otomatis. Pada lokasi yang sama, perusahaan menghadirkan lemari perawatan pakaian praktis untuk membantu penataan busana agar lebih efisien.
Dimulai dari Vietnam sebelum berpindah ke negara lain
Program Housewarming by LG sudah dimulai sejak pertengahan Mei 2026 di Ho Chi Minh, Vietnam. Pelaksanaannya memanfaatkan ruang interaktif milik perusahaan sebagai tempat awal pameran.
Setelah Vietnam, program serupa dijadwalkan hadir di Thailand dan Indonesia pada bulan Juni 2026. Pola ini menunjukkan bahwa LG memakai satu format pengalaman untuk menjangkau beberapa pasar di Asia Tenggara.
Kolaborasi dengan dua figur Korea Selatan
LG juga mengajak Minho SHINee dan aktris Shin Ye Eun untuk memperkuat konsep gaya hidup dalam pameran ini. Keduanya hadir sebagai representasi ruang dengan karakter yang berbeda agar pengunjung melihat variasi cara hidup yang dekat dengan penggunaan produk.
Ruang milik Minho menampilkan aktivitas luar ruangan yang bugar dan dinamis. Sementara itu, ruang milik Shin Ye Eun dibuat lebih tenang dengan fokus pada kesehatan personal dan selera generasi muda.
Kehadiran dua figur tersebut membuat narasi pameran terasa lebih beragam. LG ingin pengunjung lebih mudah membayangkan bagaimana perangkat rumah tangga itu dipakai di rumah mereka sendiri.
Dijaga tetap autentik lewat kolaborasi kreatif
Agar arsitektur dan cerita visual di setiap ruang tetap konsisten, LG bekerja sama dengan agensi kreatif yang spesialis dalam kebudayaan Korea. Kolaborasi ini membantu menjaga nuansa autentik pada desain dan alur pengalaman yang disajikan.
Selain di lokasi pameran, proses pembuatan dan keseruan acara juga akan dibagikan secara daring melalui platform video global. Dengan begitu, pengalaman Housewarming by LG tidak hanya dinikmati pengunjung yang hadir langsung, tetapi juga bisa dilihat audiens yang lebih luas.
Source: www.gadgetdiva.id