S&P Global Ratings memperkirakan PDB per kapita Indonesia akan mencapai US$5.200 pada 2026. Angka itu hanya naik tipis dari US$5.100 pada 2025, meski pertumbuhan PDB nominal Indonesia diproyeksikan tetap kuat di level 8,3%.
Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia masih belum cukup cepat untuk mengejar banyak negara berperingkat investasi lainnya. Namun, laju pertumbuhannya dinilai tetap lebih baik dibanding sejumlah ekonomi dengan tingkat pendapatan yang serupa.
Depresiasi Rupiah Jadi Faktor Utama
S&P menjelaskan, kenaikan yang terbatas itu terutama dipengaruhi oleh depresiasi rupiah. Pelemahan nilai tukar membuat pertumbuhan pendapatan rata-rata dalam dolar AS tidak setinggi pertumbuhan ekonomi nominal di dalam negeri.
Dengan kata lain, ekonomi Indonesia masih bertumbuh, tetapi tekanan kurs membatasi seberapa jauh peningkatan itu terlihat dalam ukuran dolar. Kondisi ini membuat lonjakan PDB per kapita tidak secepat laju ekonomi nominal yang dihitung di dalam negeri.
| Indikator | 2025 | 2026 |
|---|---|---|
| PDB per kapita Indonesia | US$5.100 | US$5.200 |
| Pertumbuhan PDB nominal | – | 8,3% |
| Pertumbuhan tren pendapatan | – | 3,9% |
Stabilitas Kebijakan Masih Menjadi Penopang
Di sisi lain, S&P menilai stabilitas politik dan kebijakan di Indonesia masih terjaga. Lembaga itu menyebut institusi politik dan kebijakan di Indonesia secara umum stabil serta bebas dari tantangan terhadap legitimasinya.
Penilaian tersebut juga ditopang oleh kebijakan pemerintah yang selama bertahun-tahun memprioritaskan stabilitas ekonomi dan keuangan. CNBC Indonesia mencatat, pemerintah turut meningkatkan transparansi lewat interaksi dan berbagi informasi secara teratur dengan pelaku pasar keuangan.
S&P juga menyoroti bahwa para pembuat kebijakan Indonesia mulai lebih fleksibel saat menyesuaikan kebijakan bila diperlukan. Salah satu contohnya adalah pemotongan pengeluaran besar untuk menjaga defisit tetap berada di bawah ambang batas pada tahun ini.
Dalam laporan itu, S&P menyebut pertumbuhan tren Indonesia sebesar 3,9% masih lebih baik daripada sebagian besar ekonomi dengan tingkat pendapatan yang serupa. Meski demikian, level pendapatan Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap berada di bawah mayoritas negara berperingkat investasi lainnya.
Source: www.cnbcindonesia.com






