Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya mencegat 556 kendaraan udara tak berawak milik Ukraina dalam serangan semalam yang menyasar lebih dari selusin wilayah. Namun, dampak paling serius justru tercatat di wilayah Moskow, ketika serangan itu menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 12 orang.
Di wilayah Moskow, Gubernur Andrey Vorobyov mengatakan serangan skala besar mulai dihadapi pertahanan udara sejak pukul tiga pagi. Ia menyebut seorang perempuan tewas setelah sebuah drone menghantam rumah pribadi, sementara satu korban lain sempat terjebak di bawah reruntuhan.
Vorobyov kemudian melaporkan dua pria lainnya ikut meninggal dalam rangkaian serangan pagi buta tersebut. Dengan begitu, jumlah korban tewas di wilayah Moskow mencapai tiga orang, dan sedikitnya empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Di dalam kota Moskow, otoritas setempat menyebut sedikitnya 74 drone berhasil dicegat selama semalam. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan kerusakan yang tercatat sejauh ini bersifat minor dan terutama terjadi di lokasi jatuhnya puing-puing drone.
Sobyanin juga menambahkan bahwa total 120 drone berhasil dicegat di wilayahnya dalam 24 jam terakhir. Meski wilayah sekitar ibu kota Rusia kerap menjadi sasaran serangan udara, pusat kota Moskow sendiri disebut jarang menjadi target langsung.
Serangan itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada sejumlah fasilitas infrastruktur. Drone datang dari berbagai arah, sementara sejumlah lokasi di wilayah ibu kota ikut terdampak oleh rangkaian serangan tersebut.
Pihak Rusia tidak menjelaskan dari mana drone-drone itu diluncurkan. Ukraina selama ini rutin melancarkan serangan ke wilayah Rusia dengan sasaran situs militer dan energi, yang oleh Kyiv disebut sebagai balasan atas pemboman harian Rusia selama lebih dari empat tahun.
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah kedua pihak melakukan pertukaran tahanan dan masa gencatan senjata selama tiga hari berakhir pada hari Selasa lalu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya juga bersumpah akan meluncurkan lebih banyak serangan balasan, sehari setelah serangan Rusia di Kyiv menewaskan 24 orang.
Rangkaian serangan terbaru menunjukkan konflik masih bergerak dalam pola saling balas yang makin tajam. Dengan Moskow kembali menjadi sasaran, perang drone antara Rusia dan Ukraina tampak terus melebar dari garis depan ke pusat-pusat penting di wilayah Rusia.
Source: mediaindonesia.com






