Saat Haid, Soda Bisa Memperparah Kram, Kembung, dan Mood yang Tidak Stabil

Saat menstruasi, soda justru bukan pilihan yang aman untuk dikejar jika tujuan utamanya adalah merasa lebih nyaman. Minuman ini memang sering dikaitkan dengan anggapan bisa membuat haid lebih lancar, tetapi belum ada bukti medis yang valid bahwa soda benar-benar mempercepat keluarnya darah menstruasi.

Keyakinan itu biasanya muncul karena ada perempuan yang merasa tubuhnya bereaksi berbeda setelah minum soda saat haid. Namun, sensasi tersebut tidak otomatis berarti soda memengaruhi aliran darah haid secara langsung, karena hubungan sebab-akibatnya belum dapat dipastikan.

Mitos yang belum punya dasar medis

Hingga kini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan soda bisa melancarkan menstruasi. Jadi, anggapan bahwa minuman bersoda dapat membuat haid lebih deras atau lebih cepat selesai masih berada di ranah mitos.

Perubahan yang dirasakan sebagian orang bisa saja terjadi bersamaan dengan masa haid, bukan karena soda bekerja pada proses menstruasi. Karena itu, soda tidak bisa dianggap sebagai pelancar haid.

Kandungan yang perlu diwaspadai

Soda mengandung gula, kafein, dan karbonasi yang justru dapat memicu keluhan tertentu bila dikonsumsi berlebihan. Kandungan gulanya bahkan bisa mencapai sekitar 10 gram per 100 mililiter, sehingga bukan minuman yang netral bagi tubuh saat menstruasi.

Kadar gula yang tinggi dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara umum, termasuk keseimbangan hormon dan kondisi fisik selama haid. Di sisi lain, kafein di dalam soda juga dapat memberi dampak berbeda pada tubuh yang sedang tidak nyaman.

Nyeri haid bisa terasa lebih berat

Pada sebagian perempuan, soda justru berpotensi membuat keluhan haid terasa lebih mengganggu. Kafein dapat memicu kontraksi otot rahim sehingga nyeri haid terasa lebih kuat.

Soda juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena kafein bersifat diuretik. Akibatnya, sakit kepala dan kram perut bisa terasa lebih menyiksa selama menstruasi.

Kadar gula yang tinggi turut disebut dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan membuat tubuh terasa kurang stabil. Kondisi itu dapat menambah rasa tidak nyaman saat haid.

Dampaknya tidak hanya ke perut

Minuman bersoda sering memicu rasa tidak enak di perut, terutama karena kandungan gulanya. Efek yang mungkin muncul antara lain kembung, diare, atau gangguan pencernaan lain yang membuat masa haid terasa makin berat.

Kafein dan gula juga dapat memengaruhi suasana hati. Sebagian perempuan bisa merasa lebih mudah tersinggung, cemas, atau sedih selama menstruasi jika asupannya berlebihan.

Mengutip Verywellhealth, konsumsi soda berlebihan juga dapat mengganggu penyerapan vitamin dan mineral penting dalam tubuh. Dalam kondisi tertentu, hal itu bisa berkontribusi pada kontraksi otot yang lebih kuat dan memperparah kram perut.

Pilihan yang lebih aman saat haid

Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk membantu tubuh tetap nyaman selama menstruasi. Asupan makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga ringan juga dapat membantu tubuh lebih seimbang saat haid.

Minuman hangat seperti teh herbal bisa menjadi alternatif yang lebih menenangkan bagi sebagian perempuan. Jika nyeri haid terasa sangat berat, berulang, atau sampai mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke tenaga medis perlu dilakukan agar penyebabnya bisa dipastikan.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait