Saboak Tumbuh dari Kolaborasi, Rp6,3 Miliar Berputar dan Taman Nostalgia Kian Hidup

Author: Redaksi Android62

Dalam satu tahun penyelenggaraan, Sunday Market Buat Orang Kupang atau Saboak mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp6,3 miliar. Rata-rata transaksi yang terjadi disebut mencapai sekitar Rp80 juta setiap pekan, dan angka itu membuat program ini kian menegaskan perannya sebagai ruang ekonomi warga.

Pemerintah Kota Kupang menyebut Saboak bukan lahir dari anggaran besar, melainkan dari kerja bersama banyak pihak. Program yang digelar di Taman Nostalgia itu kini berkembang menjadi ruang perjumpaan warga, etalase UMKM, dan simbol baru kota yang tumbuh dari kebersamaan.

Ruang publik yang dibangun bersama

Perayaan HUT ke-1 Saboak di Taman Nostalgia pada Minggu (21/6) dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, Sekda Kota Kupang Jeffry E. Pelt, jajaran perangkat daerah, unsur sponsor, komunitas, pelaku UMKM, serta masyarakat. Kehadiran berbagai unsur itu memperlihatkan bahwa Saboak dijaga sebagai ruang publik yang melibatkan banyak pihak.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menekankan bahwa keberhasilan Saboak tidak lepas dari dukungan dinas terkait, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, UPTD Pertamanan, sponsor, komunitas, dan para pelaku UMKM. Ia menyebut ide menghadirkan Saboak berawal dari diskusi dengan Wakil Wali Kota Kupang untuk membuat Taman Nostalgia tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

Ruang itu kemudian diarahkan menjadi tempat yang hidup, aktif, dan memberi manfaat ekonomi bagi warga. Christian juga menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak menghambat lahirnya program baru, karena pemerintah melakukan efisiensi dan membuka kerja sama dengan mitra seperti Bank Mandiri, Taspen, serta sponsor lain.

Ia bahkan menyebut pemerintah tidak membeli mobil dinas baru agar ruang kerja sama bisa dialihkan untuk mendukung pelaksanaan Saboak. “Dari kolaborasi itulah Saboak bisa lahir,” ujarnya dalam sambutan.

Dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha

Pemerintah Kota Kupang tidak mengambil retribusi dari lapak-lapak yang ada di Saboak. Kebijakan itu membuat aktivitas ekonomi di lokasi tersebut diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan warga, terutama pelaku usaha kecil yang memanfaatkan keramaian mingguan.

Bagi banyak pelaku UMKM, pola ini memberi kesempatan untuk bertahan sekaligus berkembang di tengah keterbatasan. Kehadiran pengunjung yang terus meningkat juga membuat Saboak semakin terlihat sebagai ruang ekonomi yang bergerak konsisten setiap pekan.

Wali Kota menegaskan bahwa uang yang berputar di Saboak adalah uang yang kembali ke masyarakat. Dalam satu tahun, program ini menunjukkan bahwa pasar mingguan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal tanpa harus bergantung pada belanja besar pemerintah.

Informasi Utama Keterangan
Nama Program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak)
Lokasi Taman Nostalgia, Kupang
Perputaran Ekonomi Rp6,3 miliar dalam satu tahun
Rata-Rata Transaksi Sekitar Rp80 juta per pekan

Rencana pengembangan untuk tahap berikutnya

Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menilai perjalanan Saboak selama satu tahun menjadi bukti bahwa ruang publik yang dikelola dengan kolaborasi bisa memberi manfaat luas. Ia mengakui ada tantangan, terutama saat musim hujan, tetapi pemerintah tetap berupaya menjaga agar aktivitas UMKM dapat berjalan.

Pemerintah juga sedang menyiapkan kemungkinan menghadirkan platform digital untuk membantu pemasaran produk UMKM. Langkah ini dipandang penting agar pelaku usaha tidak hanya bergantung pada keramaian di lokasi, tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, pemerintah sedang mengkaji penambahan hari pelaksanaan Saboak menjadi tiga hari, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Rencana tersebut muncul karena antusiasme warga yang tinggi dan manfaat ekonomi yang dirasakan para pelaku usaha di lapangan.

Perlindungan merek dan layanan kekayaan intelektual

Perayaan satu tahun Saboak juga menyoroti pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, menegaskan bahwa pendaftaran merek penting untuk memberi kepastian hukum dan melindungi identitas usaha.

Ia menjelaskan bahwa merek yang tidak didaftarkan berisiko lebih dulu dipakai atau diambil pihak lain. Karena itu, pendaftaran menjadi langkah penting untuk menjaga reputasi, nilai ekonomi, dan keberlanjutan usaha kecil yang tumbuh di Saboak.

Bawono juga menyampaikan rencana penguatan layanan kekayaan intelektual di daerah melalui pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual. Kehadiran layanan itu diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengurus HAKI tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Hukum.

Ikon kota yang terus bertumbuh

Di tengah perayaan itu, Saboak tidak lagi dipandang sekadar pasar mingguan. Program ini telah berkembang menjadi ruang pertemuan warga, etalase UMKM, sekaligus simbol bahwa Kota Kupang mampu melahirkan inovasi melalui kerja sama lintas sektor.

Pemerintah Kota Kupang kini juga menyiapkan penambahan lapak, penguatan pengamanan melalui tambahan personel Satpol PP, pembangunan pos Satpol PP, serta peningkatan penerangan dan fasilitas pendukung di kawasan Taman Nostalgia. Langkah-langkah ini diarahkan untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan memperkuat keberlanjutan Saboak sebagai ruang publik yang terus tumbuh bersama masyarakat.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru