Saham Chip Mengangkat Wall Street, S&P 500 Hanya Sejengkal dari Rekor

Author: Redaksi Android62

S&P 500 menutup perdagangan hampir menyentuh rekor penutupan tertingginya setelah naik 0,42% ke level 7.575,39. Indeks acuan itu kini hanya sekitar 0,45% di bawah puncak yang dicapai pada 2 Juni 2026.

Penguatan juga terlihat pada indeks utama lain di Wall Street. Nasdaq bertambah 0,29% ke 26.281,61, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,29% menjadi 52.637,01.

Saham semikonduktor kembali menjadi motor utama

Perhatian investor kembali mengarah ke saham semikonduktor setelah debut spektakuler SK Hynix di bursa AS. Sektor ini masih menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari gelombang artificial intelligence sepanjang tahun ini.

Prospek belanja besar dari para penyedia layanan komputasi awan atau hyperscaler ikut menjaga minat beli. Namun, tingginya valuasi dan aksi ambil untung masih membuat pergerakan saham-saham cip tetap bergejolak.

Di tengah minat itu, indeks semikonduktor PHLX naik 0,06% dan membukukan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut. Sektor teknologi informasi di dalam S&P 500 juga memimpin penguatan dengan kenaikan 1,65%, disusul sektor barang konsumsi nonprimer sebesar 1,46%.

Risiko geopolitik mereda, pasar mendapat napas tambahan

Sentimen pasar turut ditopang oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Iran meminta agar pembicaraan kedua negara dilanjutkan dan Washington menyetujuinya. Trump juga menegaskan gencatan senjata yang tercapai pada Juni telah berakhir.

Kabar tersebut membantu meredakan kekhawatiran yang sempat muncul pada pekan ini. Sebelumnya, ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran lonjakan harga energi yang dapat mendorong inflasi dan menekan ruang bagi Federal Reserve untuk menahan suku bunga.

Fokus berikutnya beralih ke musim laba

Setelah dorongan dari sektor teknologi dan meredanya ketegangan geopolitik, investor kini menunggu musim laporan keuangan kuartal II 2026. Musim itu akan diawali oleh sejumlah bank besar AS dan menjadi ujian penting bagi pasar yang sudah berada dekat rekor.

Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, laba emiten dalam indeks S&P 500 diperkirakan melonjak 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan teknologi disebut menjadi penggerak utama pertumbuhan tersebut.

Terry Sandven, kepala strategi ekuitas US Bank Wealth Management, mengatakan kepada Reuters bahwa, “Kuartal ini memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dengan ruang kesalahan yang sempit. Laporan dari sektor perbankan akan memberikan gambaran mengenai kekuatan ekonomi serta kondisi konsumen dan dunia usaha.”

Ekspektasi laba yang lebih kuat ikut menekan valuasi S&P 500 menjadi sekitar 20 kali proyeksi laba, dari sekitar 21 kali pada akhir Mei. Meski turun, indeks acuan itu masih diperdagangkan di dekat level tertinggi sepanjang masa.

Gambaran penutupan perdagangan

Indeks Pergerakan Level Penutupan
S&P 500 Naik 0,42% 7.575,39
Nasdaq Naik 0,29% 26.281,61
Dow Jones Industrial Average Naik 0,29% 52.637,01

Secara mingguan, S&P 500 menguat 1,2%, Nasdaq naik 1,7%, sedangkan Dow Jones melemah 0,5%. Delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 ditutup di zona hijau, dengan volume perdagangan di bursa AS relatif tipis.

Total perdagangan tercatat 14,5 miliar lembar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 22,4 miliar lembar dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya. Rasio saham naik terhadap turun di S&P 500 berada di sekitar 2,1 berbanding satu.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru