Netflix Dipuji Komdigi, Acara Keluarga Ini Dinilai Selaras dengan PP Tunas

Author: Redaksi Android62

Komdigi menilai pendekatan Netflix dalam menggelar Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Jakarta sejalan dengan PP Tunas yang kini dipercepat penerapannya untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Bagi pemerintah, kegiatan itu menjadi contoh bahwa platform digital dapat tetap kreatif tanpa mengabaikan standar konten aman bagi anak.

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyampaikan apresiasi atas gelaran tersebut. Ia menyebut acara itu memperlihatkan cara platform digital menjalankan aturan perlindungan anak sambil tetap memberi pengalaman yang menarik bagi keluarga dan ruang bagi kreator lokal.

Contoh Implementasi yang Dinilai Tidak Mematikan Inovasi

Nezar menegaskan bahwa implementasi PP Tunas tidak harus menghambat inovasi. Menurut dia, Netflix justru mampu menggabungkan kepatuhan terhadap regulasi dengan pengalaman menonton dan kegiatan keluarga yang relevan bagi audiens Indonesia.

“Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada Netflix untuk acara World of Wonder hari ini. Netflix membuat sebuah event yang menurut saya sangat baik sekali dan sejalan dengan PP Tunas,” ujar Nezar Patria di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya pengalaman menonton yang sesuai usia bagi anak-anak yang mengakses layanan streaming. Karena itu, pembatasan usia dan perlindungan anak menjadi unsur penting dalam pelaksanaan PP Tunas di ruang digital.

Agenda Lokasi Keterangan
Netflix Family Festival 2026: World of Wonder Jakarta Digelar sebagai bentuk dukungan terhadap standar konten aman untuk keluarga dan anak
Screening film Aku Sebelum Aku Dalam rangkaian acara yang sama Karya sutradara Gina S. Noer dan menjadi bagian dari dukungan pada konten keluarga berkualitas

Dalam rangkaian acara itu, Netflix juga menayangkan film Indonesia Aku Sebelum Aku karya sutradara Gina S. Noer. Langkah ini turut mendapat apresiasi karena dinilai mendukung tumbuhnya konten keluarga berkualitas di Indonesia.

“Pada acara ini kita juga ada screening film Aku Sebelum Aku, karya filmmaker nasional Gina S. Noer. Saya kira kita memberikan apresiasi yang tinggi untuk itu,” kata Nezar.

Komdigi Ingin Langkah Ini Jadi Acuan

Nezar berharap pendekatan Netflix dapat menjadi contoh bagi platform digital lain dalam menyosialisasikan PP Tunas kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti World of Wonder dapat menunjukkan bahwa edukasi soal regulasi bisa dikemas dengan cara yang menarik dan mudah diterima audiens.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini mungkin bisa menjadi contoh bagi sejumlah penyelenggara sistem elektronik lainnya mengenai bagaimana menyosialisasikan PP Tunas kepada audiens,” ujarnya.

Ia menambahkan, perlindungan anak di ruang digital sudah menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah platform digital dan media sosial kini mulai menyediakan fitur khusus anak, menerapkan pembatasan usia akun, dan memperketat pengawasan.

“Hari ini kalau kita lihat di platform-platform media sosial, semua fitur-fitur yang khusus buat anak itu sudah disediakan dan juga pembatasan akunnya mulai cukup intens dilakukan,” ungkapnya.

Meski demikian, Komdigi tetap akan melakukan evaluasi berkelanjutan agar seluruh platform semakin optimal menjalankan standar PP Tunas. Evaluasi itu diharapkan membuat ekosistem digital nasional semakin aman, sehat, edukatif, dan inspiratif bagi anak-anak.

Di tengah dorongan pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital, langkah Netflix melalui World of Wonder diposisikan sebagai model yang bisa diikuti platform digital lain di Indonesia. Pemerintah menilai kepatuhan terhadap regulasi tetap dapat berjalan beriringan dengan inovasi industri kreatif.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru