Sebagian Kecil Dompet Menguasai Polymarket, Mayoritas Malah Tertahan Rugi Jutaan Dolar

Author: Redaksi Android62

Ketimpangan di Polymarket tampak sangat tajam. Dari data transaksi yang dianalisis, hanya sebagian kecil pedagang yang memegang kendali atas likuiditas dan aliran perdagangan, sementara mayoritas peserta justru menanggung kerugian.

Laporan itu menunjukkan hanya 5 persen dompet digital yang menguasai 75 persen total transaksi. Di kelompok kecil inilah perputaran dana terbesar terjadi, dan hasil akhirnya jauh lebih baik dibanding peserta lain yang masuk dengan volume rendah.

Data firma Dune yang dikutip Bloomberg juga menggambarkan sisi lain pasar prediksi ini. Lebih dari 100.000 dompet digital tercatat merugi minimal $1.000 sejak awal 2025, meski pada saat yang sama ada pedagang tertentu yang berhasil mengumpulkan keuntungan besar dari pasar yang sama.

Keuntungan besar terkonsentrasi pada sedikit akun

Secara kolektif, kelompok dompet dengan aktivitas tinggi itu membukukan laba sebesar $131 juta. Dari jumlah tersebut, 823 akun bahkan masing-masing mencatat keuntungan bersih lebih dari $100.000, menunjukkan bahwa hasil terbaik benar-benar terkonsentrasi pada sedikit pemain.

Di sisi berlawanan, kerugian dari akun bervolume rendah juga terkumpul pada angka yang sama, yaitu $131 juta. Pola ini memperlihatkan hubungan yang timpang di mana laba sebagian kecil pedagang muncul seiring dengan rugi yang dialami banyak peserta lainnya.

Temuan dari London Business School dan Yale ikut memperkuat gambaran tersebut. Sekitar 3 persen pedagang dengan informasi mendalam disebut menjadi penopang utama akurasi harga di Polymarket, sementara sebagian besar trader tidak mampu bertahan dengan hasil positif.

Menang bukan semata soal untung-untungan

Riset akademis yang dipimpin Roberto Gómez-Cram dan kolega mencoba memisahkan peran keterampilan dari faktor acak dalam hasil perdagangan. Untuk itu, setiap taruhan disimulasikan sebanyak 10.000 kali dengan metode arah lempar koin, guna menilai apakah laba pedagang lahir dari kemampuan membaca pasar atau hanya keberuntungan.

Hasilnya menarik. Dari para pemenang terbesar berdasarkan laba kotor, hanya 12 persen yang benar-benar memiliki keunggulan keterampilan di atas tolok ukur.

Temuan ini memberi sinyal bahwa pasar prediksi tidak selalu memberi hasil yang merata bagi semua pihak. Dalam banyak kasus, pedagang yang lebih paham informasi dan lebih cepat membaca dinamika kontrak tampak berada selangkah di depan peserta lain.

Informasi privat bisa mengubah arah pasar

Studi tersebut juga menyoroti pengaruh informasi non-publik terhadap pergerakan harga. Salah satu contoh yang disebut adalah kasus penggulingan Nicolás Maduro di Venezuela pada Januari lalu, ketika tiga akun baru menempatkan investasi besar pada kontrak terkait sesaat sebelum operasi terjadi.

Langkah itu menghasilkan keuntungan kolektif lebih dari $630.000. Meski tidak ada bukti pelanggaran, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa informasi privat dapat memicu pergerakan harga yang cepat dan memberi keunggulan besar kepada pihak yang mengetahuinya lebih dulu.

Fenomena itulah yang membuat Polymarket terus menarik perhatian. Platform ini mengubah berbagai peristiwa menjadi instrumen perdagangan, mulai dari politik, ekonomi, hingga olahraga, sehingga pengguna dapat membaca probabilitas kejadian secara real time.

Namun, data yang muncul dari aktivitas pasar memperlihatkan bahwa akses terhadap keuntungan tidak tersebar merata. Di tengah volume perdagangan yang terus membesar, hasil terbesar tetap jatuh ke minoritas pedagang dengan informasi, modal, atau kecepatan eksekusi yang lebih baik.

Bernstein masih melihat ruang pertumbuhan besar untuk industri pasar prediksi dan memperkirakan volumenya bisa mencapai $1 triliun pada 2030. Proyeksi itu menegaskan bahwa sektor ini masih punya peluang ekspansi, meski sejauh ini keuntungan di dalamnya tetap terkonsentrasi pada segelintir pelaku yang paling unggul membaca pasar.

Berita Terbaru