Selat Hormuz Lumpuh Total, Gencatan Senjata AS-Iran Runtuh Hanya dalam Sepekan

Author: Redaksi Android62

Kelumpuhan total pelayaran di Selat Hormuz menjadi dampak paling menonjol setelah gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran runtuh hanya sekitar sepekan setelah disepakati. Jalur laut internasional yang membelah wilayah Iran dan Oman itu kembali menjadi titik kritis ketika serangan lintas wilayah meningkat.

Runtuhnya kesepakatan tersebut juga disertai korban jiwa yang terus bertambah. Sedikitnya 38 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 400 orang lainnya terluka dalam eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.

Penutupan Selat Hormuz terjadi di tengah aksi saling balas menggunakan jet tempur dan artileri berat di sejumlah titik strategis. Situasi ini memperbesar dampak konflik karena jalur tersebut merupakan lintasan pelayaran internasional yang penting.

Ketegangan tidak lagi terbatas pada dua pihak utama. Bahrain, Qatar, Kuwait, Suriah, dan Oman disebut ikut terdampak oleh perluasan serangan serta respons militer di kawasan.

Sejumlah Fasilitas Regional Dilaporkan Menjadi Sasaran

Wilayah Sasaran atau Peristiwa Keterangan
Bahrain Pangkalan udara Sakhir Disebut menjadi sasaran serangan Iran
Qatar Pencegatan serangan udara Seorang anak terluka akibat serpihan rudal
Kuwait Pusat logistik dan pangkalan pasukan AS Dilaporkan disasar serangan drone
Suriah Pangkalan al-Tanf IRGC mengklaim pusat komando operasi khusus AS dihancurkan

Di Qatar, Kementerian Dalam Negeri melaporkan seorang anak mengalami luka akibat serpihan peluru dari pecahan rudal. Insiden itu disebut terjadi ketika sistem pertahanan udara Qatar mencegat sejumlah serangan udara dari Iran.

Di Kuwait, Iran dilaporkan melancarkan serangan drone ke pusat logistik dan pangkalan penempatan pasukan Amerika Serikat. Serangan tersebut disebut membidik infrastruktur pertahanan sekutu AS di wilayah itu.

Angkatan bersenjata Iran juga mengklaim menggempur helikopter serta pesawat pengintai milik militer Amerika Serikat. Salah satu lokasi yang disebut dalam klaim itu adalah pangkalan udara Sakhir di Bahrain.

Klaim Kerusakan Infrastruktur Militer AS

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan telah menghancurkan radar sistem pertahanan udara Amerika Serikat. IRGC juga mengklaim depot senjata utama dan dua peluncur rudal taktis HIMARS turut dihancurkan.

Menurut klaim IRGC, pusat komando operasi khusus militer Amerika Serikat di pangkalan al-Tanf, Suriah, mengalami kerusakan parah akibat serangan. Fasilitas itu disebut sebagai salah satu sasaran strategis dalam perluasan konflik regional.

Oman juga disebut terdampak dalam rangkaian serangan tersebut. Instalasi pemantau pergerakan udara regional di Ghanim, Oman, diklaim menjadi sasaran hingga radar kontrol udara Amerika Serikat hancur.

Selain itu, komando pertahanan pantai Oman dilaporkan terkena dampak penghancuran fasilitas radar kontrol maritim internasional. Sasaran yang meluas dari pangkalan udara hingga infrastruktur pemantauan menunjukkan peningkatan skala operasi militer di kawasan.

Perundingan 60 Hari Terhenti

Menurut Suara.com, serangkaian serangan militer Amerika Serikat setelah pertemuan tingkat tinggi di Swiss menjadi pemicu runtuhnya komitmen damai. Pertemuan pada 22 Juni sebelumnya diproyeksikan membuka periode perundingan selama 60 hari.

Namun, ketegangan tetap berlanjut setelah pembicaraan tersebut berlangsung. Runtuhnya gencatan senjata dalam waktu singkat memperlihatkan rapuhnya jalur diplomasi yang baru dibuka di tengah serangan lintas wilayah.

Al Jazeera, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut, menyebut krisis regional semakin meruncing bersamaan dengan penutupan jalur maritim di Selat Hormuz. Dengan negara-negara tetangga ikut terdampak, konflik kini berkembang jauh melampaui konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru