Seleksi 7 Tahap Bikin Cicana Lebih Rapi Memilih PRT, Dari Verifikasi Hingga BEI

Cicana menempatkan proses pencarian pekerja rumah tangga ke jalur yang lebih tertib dengan sistem seleksi 7 lapis. Dari ribuan pendaftar tiap bulan, hanya kandidat yang lolos serangkaian penyaringan ketat yang dapat masuk ke tahap pencocokan dengan kebutuhan keluarga.

Pendekatan ini menjadi pembeda di tengah proses rekrutmen pekerja rumah tangga yang selama ini sering dianggap informal dan minim standar. Bagi keluarga urban, kebutuhan utamanya bukan hanya menemukan kandidat, tetapi juga memastikan identitas, kecocokan, dan keamanan proses sejak awal.

Penyaringan dimulai dari data dasar hingga jejak perilaku

Cicana menggunakan tahapan yang tidak berhenti pada dokumen administrasi. Prosesnya mencakup validasi dokumen administratif, verifikasi rekam jejak pekerja, pengecekan jejak digital, wawancara verifikasi data profil, Behavioral Event Interview atau BEI, verifikasi kontak darurat, dan konsolidasi penempatan.

Alur itu membuat penilaian tidak bertumpu pada keterangan tertulis saja. Tim juga melihat jejak dan perilaku kandidat untuk menilai kesiapan mereka sebelum masuk ke tahap pencocokan.

Data internal Cicana tahun 2025 menunjukkan, dari 3.249 pekerja yang mendaftar per bulan, hanya 40,71 persen yang lolos registrasi. Dari kelompok itu, sekitar 78,66 persen berlanjut ke background checking, lalu hanya 42,95 persen yang lolos verifikasi.

BEI jadi kunci untuk membaca kecocokan kandidat

Salah satu tahap yang menonjol adalah BEI, karena metode ini menggali pengalaman perilaku nyata kandidat di masa lalu. Dengan cara itu, tim dapat menilai bagaimana seseorang merespons situasi tertentu secara lebih terukur.

Pendekatan tersebut berbeda dari wawancara biasa yang sering bergantung pada kesan subjektif. Cicana memakai hasilnya untuk melihat kecocokan kandidat dengan kebutuhan spesifik keluarga pemberi kerja, sekaligus menjaga ekspektasi kedua pihak tetap seimbang.

“Seleksi ini bukan hanya menyaring kandidat, tetapi juga memahami profil mereka agar ekspektasi pemberi kerja dan pekerja rumah tangga terjaga seimbang,” kata Annisa Kartika, CEO & Co-Founder Cicana.

Tidak berhenti di rekrutmen

Layanan Cicana tidak hanya berfokus pada proses mencari kandidat. Platform ini juga memiliki sertifikasi resmi dari OSS dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang memperkuat posisi prosesnya sebagai layanan yang berjalan dalam standar profesional.

Sebagai pelengkap, Cicana mengoperasikan LMS Cicana School of ART. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja domestik agar penempatan tidak berhenti pada seleksi awal.

Founder Cicana, Bagus Dwi Prasetyo, menyebut seluruh proses kini berbasis data dan terukur. Ia menilai pendekatan itu mengurangi asumsi subjektif sehingga pencocokan antara pemberi kerja dan pekerja rumah tangga menjadi lebih aman, mudah, dan efektif.

Pilihan layanan disesuaikan kebutuhan rumah tangga

Cicana menyediakan layanan untuk ART, babysitter, caregiver, dan driver. Pengguna juga dapat memilih skema live-in, live-out, atau infal sesuai kebutuhan rumah tangga masing-masing.

Seluruh proses rekrutmen dijalankan secara daring dan terstandar dengan penekanan pada transparansi. Platform ini juga menyebut tidak ada potongan gaji pekerja dan setiap pihak mendapatkan perjanjian kerja yang jelas.

Sejak berdiri pada 2019, Cicana telah melayani lebih dari 6.000 pelanggan dan dikunjungi lebih dari 1 juta pengguna melalui situs webnya. Dengan rata-rata 2.367 prospek pelanggan baru setiap bulan, platform ini terus memperluas posisinya sebagai opsi rekrutmen PRT berbasis digital yang mengutamakan seleksi ketat dan proses yang tertib.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait